Senin, 29 Mei 2017

stock-index  Stock Index

'Di Balik Momen Keemasan Nasdaq'

Selasa, 3 Maret 2015 10:22 WIB
Dibaca 601

Monexnews - Penguatan bursa saham Amerika Serikat yang terjadi sejak pertengahan tahun lalu memang mengesankan. Namun kejayaan indeks Nasdaq di awal 2015 adalah suatu cerita lain.

Nasdaq ditutup di atas level 5,000 untuk pertama kalinya sejak booming bisnis internet atau era 'dot com' pada sesi perdagangan semalam (02/03). Kalau S&P dan Dow Jones membukukan kinerja positif karena terpengaruh oleh hasil data ekonomi, indeks teknologi ini justru mendapat suntikan motivasi dari aksi emitennya.

Dow Jones industrial average menguat 155.93 poin atau 0,86% ke 18,288.63, S&P 500 mencetak 12.89 poin atau 0,61% ke level 2,117.39. Adapun Nasdaq Composite bertambah 44.57 poin atau 0,9% ke posisi 5,008.10. Sekitar 6,43 miliar saham berpindahtangan semalam atau lebih tinggi dibandingkan rata-rata transaksi harian dalam 5 sesi terakhir yang hanya mencapai 6,3 miliar.

Dalam sejarahnya, Nasdaq sudah 3 kali berakhir di atas 5,000 dengan torehan terakhir tercatat pada 10 Maret 2000 atau tepat 15 tahun lalu. Google menjadi saham dengan kinerja terbaik di awal pekan, demikian pula dengan NXP Semiconductors NV dan Intel Corp. Sementara saham Cisco Systems juga mengalami hari yang cerah pasca disepakatinya dua kerjasama strategis, sahamnya naik 2,3% ke $30.19. Saham NXP naik 17,3% ke posisi $99.56 setelah pihak direksinya sepakat membeli rival satu industri, Freescale Semiconductors, sehingga nilai perusahaan di pasar melambung jadi lebih dari $40 miliar. Sementara saham Freescale juga naik 11,8% ke level $40.36. Saham lain yang harganya menguat karena rumor bisnis adalah Hewlett-Packard (HP). Salah satu perusahaan teknologi tertua di Amerika ini dikabarkan berniat membeli perusahaan alat-alat wi-fi, Aruba Networks, dengan banderol sekitar $2,7 miliar. Langkah itu menjadi deal terbesar HP sejak tahun 2011 lalu.

Pelaku pasar kembali menyukai saham-saham teknologi karena prospek pendapatan emiten-emitennya masih sangat menjanjikan. Sektor IT dan internet selalu menawarkan inovasi dan deal-deal baru yang tujuan akhirnya tidak lain untuk menambah pundi-pundi laba jangka panjang. Investor juga melihat valuasi harga sebagian besar saham masih logis meskipun ada beberapa yang sudah terbilang mahal. Masih berlakunya iklim suku bunga rendah di Amerika menjadi alasan utama mengapa investasi di pasar modal tidak pernah sepi.

Pemilik modal sepertinya ingin belajar dari cerita manis beberapa emiten teknologi yang akhirnya berjaya di Wall Street seperti Amazon. Dulu perusahaan jual beli online ini sempat diragukan mampu bertahan di tengah kerasnya bisnis internet dan diprediksi hanya menumpang sesaat di Nasdaq. Namun seiring berjalannya waktu, harga sahamnya justru konsisten menguat berkat inovasi bisnis yang tidak pernah habis. Alasan inilah yang membuat investor tidak mau ketinggalan kereta saham teknologi, yang dalam sejarahnya selalu mampu memberikan return dan dividen yang menarik. Periode 2015 bisa menjadi momen keemasan Nasdaq karena masih banyak deal-deal strategis yang siap diteken oleh emiten-emiten teknologi. Namun di sisi lain, pelaku pasar harus mewaspadai pula efek dari wacana kenaikan suku bunga acuan, yang secara langsung tentu berdampak pada minat investasi di pasar modal. (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar