Rabu, 20 September 2017

stock-index  Stock Index

Nikkei Konsisten Tampil di Bawah Performa

Kamis, 13 Juni 2013 12:05 WIB
Dibaca 284

Monexnews - Bursa saham Jepang kembali terperosok pada sesi perdagangan Kamis (12/06). Di sesi pagi, indeks Nikkei sempat merugi sebanyak 6.7% hingga masuk ke area bearish. Inti kekhawatiran pelaku pasar masih berkutat soal masa depan kebijakan longgar bank sentral. 

Selama tiga pekan terakhir, indeks Nikkei bergerak volatile di tengah keresahan ekonomi domestik. Tidak hanya itu, pelemahan Nikkei juga menular ke bursa saham regional, di mana pada hari ini indeks Shanghai dan Hang Seng merosot 3%. Ayunan harga di bursa Tokyo tergolong tinggi dan Nikkei sudah anjlok sebanyak 20% dari titik tertingginya dan resmi masuk ke fase bearish. Rekor terbaik yang pernah dijangkau oleh (spot) Nikkei adalah level 15,942.6 pada tanggal 23 Mei 2013.

Investor sedang terbawa pesimisme dalam menyikapi kebijakan moneter ala Shinzo Abe atau lazim disebut 'Abenomics'. Sejak memerintah di bulan Desember, Perdana Menteri Jepang telah merilis sederet kebijakan moneter guna memerangi deflasi, termasuk koordinasi belanja pemerintah, stimulus bank sentral dan reformasi ekonomi struktural. Investor antusias menyambut agresivitas Abe dengan aksi agresif pula. Mereka memborong saham-saham Jepang karena menganggap masa depan perekonomian akan semakin bagus di bawah kebijakan longgar pemerintah. Tidak hanya itu, aksi jual Yen juga terjadi di mana-mana sehingga pihak eksportir diuntungkan oleh depresiasi mata uang Jepang terhadap rival-rivalnya. Toyota, Sony dan Kirin adalah sedikit dari sekian banyak emiten bursa yang sedang menikmati kenaikan marjin profit di pasar luar negeri. Sayangnya, euforia tersebut meredup seiring penurunan nilai tukar Yen terhadap Dollar.

Dalam pidatonya pekan lalu, Shinzo Abe berjanji untuk melakukan segalanya demi percepatan aktivitas bisnis domestik. Di antaranya adalah pencabutan larangan jual beli produk farmasi secara online dan penciptaan suatu zona ekonomi khusus. Program konkritnya kemungkinan besar baru dirilis dalam beberapa pekan ke depan, namun inti dari kebijakan baru Abe ditujukan untuk menciptakan lapangan kerja, menggalakkan imigrasi warga, mengaktifkan kembali reaktor nuklir yang tidak beroperasi pasca gempa dan membuka lowongan kerja bagi kaum wanita. Sederet wacana itu bertujuan untuk menaikkan pendapatan per kapita minimal 3% per tahun.

Sementara itu bank sentral tetap mengutamakan fokus kebijakan pada pencapaian inflasi 2% tanpa harus berdampak pada kenaikan suku bunga obligasi pemerintah. Hutang bruto nasional diproyeksikan menembus 230% dari total GDP pada tahun 2014 dan pos anggaran diharapkan lebih seimbang setelah mengalami defisit selama bertahun-tahun. Spot Nikkei saat ini terpantau di level 12671.67 atau memupus kerugian harian menjadi 4.6%, sementara futures tercatat di level 12.570.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar