Senin, 24 Juli 2017

stock-index  Stock Index

Nikkei Rontok Lagi di 'Kamis Kelabu'

Kamis, 30 Mei 2013 15:34 WIB
Dibaca 498

Monexnews - Setelah bergerak volatile dalam satu pekan terakhir, indeks utama Nikkei hari ini (30/05) kembali ditutup melemah 5.15% ke level 13589.03. Hari Kamis seakan menjadi sesi perdagangan yang kelabu mengingat tepat satu pekan lalu indeks juga dipaksa mengakhiri hari dengan koreksi masif 7%. 

Manuver indeks hari ini kembali mendapat perhatian pemerintah pusat. Penasihat Ekonomi Perdana Menteri, Koichi Hamada, menyatakan pergeseran poin di indeks utama adalah hal yang lumrah, sekalipun penurunannya mencapai 20%. "Pergerakan acak di bursa saham antara 10-20% bukan sesuatu yang mengejutkan," demikian ujar Hamada di sebuah simposium hari Kamis. Lulusan Yale University ini dengan santai juga menepis kekhawatiran tentang kenaikan interest rate jangka panjang mengingat bunga riil Jepang (yang berpengaruh terhadap inflasi) masih tergolong rendah.

Pelemahan indeks Nikkei hari ini menggenapi rasio koreksi sebanyak 14% dari level tertinggi harian 2013 yang tercatat 23 Mei . Tepat satu pekan lalu, investor dikejutkan dengan koreksi saham Jepang sampai di atas 7% (Kamis 24/05). Hal ini memunculkan ekspektasi bahwa lonjakan minat beli aset berisiko telah pudar mengingat rasio koreksi tersebut adalah yang terbesar sejak Maret 2011, saat bencana gempa dan trsunami melanda negara itu.

Penurunan kinerja Nikkei mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat dalam beberapa waktu terakhir termasuk Perdana Menteri Shinzo Abe dan jajarannya. "Apa yang terjadi (di bursa) hanyalah penyesuaian harga setelah penguatan akhir-akhir ini," urai Yasutoshi Nishimura, Senior Vice-Minister Kantor Kabinet Jepang kepada Reuters pekan lalu. Pemerintah berharap penurunan harga justru bisa membuka peluang bagi investor yang belum menikmati laba dari penguatan saham sepanjang 2013. Perhatian besar juga ditunjukkan oleh tokoh penting di luar Jepang, salah satunya adalah Kepala Federal Reserve Wilayah St.Louis, James Bullard. "Saya tidak kaget dengan volatilitas di (bursa) Jepang. Kalau pasar saham anda bisa menguat secepat itu, maka bersiap juga untuk melihat volatilitas," ujarnya kepada CNBC dalam sebuah kesempatan. Bullard melihat saat ini adalah momen penting bagi perekonomian Jepang sehingga pelaku pasar menyikapinya dengan antusias. Hingga bulan Mei 2013, Nikkei sudah menguat fantastis sebanyak lebih dari 70% dalam kurang dari 12 bulan.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar