Senin, 21 Agustus 2017

stock-index  Stock Index

Nikkei Terkikis Yen & Data Machinery

Kamis, 12 September 2013 10:09 WIB
Dibaca 380

Monexnews -  Indeks Nikkei  - Jepang nampak tertekan di teritori negatif pada perdagangan hari Kamis (12/9) lantaran sebagian besar pelaku pasar membuang posisinya di pasar akibat kurs yen kembali menguat ke bawah level 100 terhadap dollar AS.

Aksi jual tak terbendung setelah para investor juga kecewa dengan rilis data pemerintah yang menunjukkan order permintaan sektor permesinan Jepang mengalami stagnansi di bulan Juli lalu.

Data machinery-orders Jepang tidak menunjukkan aktivitas yang berarti atau tetap flat sepanjang bulan Juli dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang mengalami kemerosotan hingga -2.7%. Padahal para pakar dan ekonom sebelumnya memprediksi bakal ada peningkatan sebesar 2.4%  

Sedangkan untuk periode tahunan-nya (y/y) data itu mengalami kenaikkan 6.5% dari bulan sebelumnya satu tahun lalu di angka 4.9%, namun jauh di bawah prediksi 7.6%. Hasil yang mengecewakan itu menunjukkan bahwa kalangan pebisnis dan pengusaha masih cemas dan waspada terhadap ikilm investasi di Jepang meskipun di tengah pelemahan yen serta berjalannya terus program stimulus ekonomi demi mendukung pemulihan ekonomi di negeri Jepang.    

Di lantai bursa Tokyo nampak sejumlah peritel diperdagangkan melemah terutama setelah PM Shinzo Abe memutuskan untuk menaikkan pajak penjualan yang efektif di mulai tahun depan. Saham Takashimaya Co. tercatat jatuh 0.8%, saham J. Front Retailing Co. merugi sekitar 0.5%, dan saham Rakuten Inc. tumbang 2.1%, meskipun saham Fast Retailing Co. hari ini rally hinga 2.3%. 

Indeks utama Nikkei tercatat melemah -0.29% dan merugi sekitar -42.15 poin pada kisaran 14382.92. Sedangkan indeks Nikkei fut juga tergerus -0.24% atau -35 poin pada area 14390. Sementara kurs yen hari ini di transaksikan menguat pada kisaran 99.47 terhadap USD setelah melemah ke area 99.99 di awal sesi perdagangan. Lavel itu jauh lebih kuat bila dibanding pelemahan sesi kemarin yang sempat mencapai 100.60 terhadap dollar AS.

(Daru Wibisono)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar