Minggu, 22 Oktober 2017

stock-index  Stock Index

Nilai Tukar Valuta Lemahkan Bursa Asia

Selasa, 8 Januari 2013 10:45 WIB
Dibaca 338

Monexnews -Bursa Asia terkoreksi dengan saham Jepang yang tertekan oleh penguatan valuta sementara harga saham Samsung dan HTC turun seiring dengan berita negatif earnings. Pasar masih melanjutkan koreksi setelah pekan lalu mencatat penguatan kuat. Sementara MSCI seluruh negara di Asia di luar Jepang menunjukkan kenaikan 2.1% dikarenakan reli yang terjadi saat para pemangku kebijakan AS menyepakati fiscal cliff di AS. 

Di Asia, indikator perekonomian selanjutnya yang akan dirilis dari China yang dijadwalkan akan dipublikasikan hari Kamis (10/01) diikuti dengan data inflasi di hari Jumat. Sementara hari Minggu (14/01) China dijadwalkan akan merilis data pertumbuhan ekonomi untuk kuartal empat tahun 2012.

Penggerak utama di pasar valuta adalah penguatan yen. Dolar melemah ke Y87.59, dibandingkan dengan Y87.79 hari Senin malam di New York. Penguatan valuta menekan pergerakan indeks Jepang dengan Nikkei turun 0.5%. Beberapa saham eksportir menunjukkan penurunan performa diantaranya Toyota Motor yang turun 1.1% dan saham peratalatan konstruksi Komatsu Ltd. yang anjlok 3.1%. 

Kospi Korea Selatan turun 0.3%, dengan Samsung Electronics yang anjlok 1.1% setelah mengumumkan estimasi earnings kuartal empat sebelum pasar di buka meski perusahan peralatan listrik raksasa ini memprediksi perolehan laba yang mencapai rekor namun tidak berhasil mengesankan pasar. 

"Investor khawatir Samsung tidak akan menunjukkan performa yang lebih baik di kuartal pertama. Sebagian besar investor memilih untuk mengambil keuntungan," jelas Bae Sung-young, analis Hyundai Securities. Di Taiwan, Taiex turun 0.6%, setelah HTC Corp. turun 4.2% setelah mengumumkan perolehan laba yang menurun untuk kuartal yang kelima dan berada di level terendah sejak 2006. Di Hong Kong, indeks Hang Seng mencatat penurunan 0.5%. Penggerak utama pasar adalah China Pacific Insurance, yang turun 1.9% akibat berita bahwa Carlyle Group menjual seluruh saham di perusahaan asuransi tersebut. S&P/ASX 200 Australia terlihat sempat menunjukkan performa apik namun tertekan oleh aksi jual dan membuat indeks turun hingga 0.1%. Perusahaan pertambangan utama terlihat terkoreksi di tengah kenaikan harga bijih besi tadi malam (07/01) dengan Rio Tinto yang turun 1.0% dan Fortescue Metals Group turun 1.4%.

 

(din)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar