Minggu, 22 Januari 2017

breaking-news Penjualan Ritel Inggris turun -1.9% di Desember vs. 0.2% di November, ekspektasi -0.1%.

stock-index  Stock Index

Outlook Eksportir Bebani Kospi

Kamis, 23 Januari 2014 7:17 WIB
Dibaca 322

Monexnews - Kospi mencatatkan pelemahan tipis di awal sesi Asia seiring investor terlihat mencemaskan outlook eksportir Korea Selatan. Meski nilai tukat won Korea Selatan berusaha menjauhi level terkuat 5 tahun; namun investor khawatir dengan kembali berlanjutnya nilai tukar yen yang dapat membantu daya saing eksportir Jepang. Eksportir Korea Selatan bersaing ketat dengan eksportir Jepang di pasar internasional sehingga pergerakan nilai tukar akan turut mempengaruhi kemampuan perusahaan dalam menjual produknya. Kospi futures turun 0,19% dan kini diperdagangkan di level 257.10

Investor juga tidak begitu terkesan dengan publikasi data GDP Korea Selatan. GDP tahunan tumbuh 3,9% untuk kuartal keempat 2013; lebih tinggi dari publikasi sebelumnya 3,3%. Namun, GDP kuartalan Korea Selatan hanya mencatatkan pertumbuhan 0,9%; lebih rendah dari publikasi kuartal ketiga sebesar 1,1%. Ini tentunya dapat isyaratkan masih rapuhnya momentum pertumbuhan ekonomi terbesar No.4 di Asia tersebut. 

Investor juga bersikap waspada menjelang publikasi data manufaktur Cina pada jam 08.45 WIB untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut atas kondisi perekonomian terbesar No.2 di dunia tersebut. Investor masih bersikap skeptis terhadap outlook perekonomian Cina setelah publikasi data GDP Cina yang tidak seburuk estimasi gagal mendorong penguatan bursa saham global.  (fr)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar