Sabtu, 27 Mei 2017

stock-index  Stock Index

Pesimisme Pemulihan Jebloskan Shanghai

Senin, 22 Juli 2013 12:05 WIB
Dibaca 360

Monexnews - Bursa saham China daratan merosot di perdagangan sesi siang hari Senin (22/7) lantaran kekhawatiran ekonomi ternyata mampu menandingi keputusan PBOC (People's Bank of China) dalam menghapus batas bawah suku bunga kredit perbankan, sehingga koreksi tersebut turut membebani saham-saham yang diperdagangkan di bursa Hong Kong.

Saham China Construction Bank Corp. nampak merugi 1.2% dan saham Industrial & Commercial Bank of China Ltd. melemah 0.8% di bursa Shanghai. Pelemahan saham terutama akibat ekspektasi bahwa penghapusan batas bawah suku bunga kredit tidak akan membantu pendapatan bank, termasuk mendongkrak perekonomian. Saham lainnya yang turut melemah diantaranya Poly Real Estate Group Co. yang jatuh hingga 2% dan Datang International Power Generation Co. melorot 1.3%.

Sementara di lantai bursa Hong Kong, sektor perbankan China mencatatkan gain tipis kurang dari 1%, dan saham China Resources Land Ltd. tercatat menguat 1.4%. Sedangkan indeks Shanghai Composite China tercatat melemah -0.52% atau merosot hingga -10.440 poin pada kisaran 1982.207. Pelemahan bursa Shanghai terutama karena terseret turun oleh saham sektor perbankan akibat munculnya ekspektasi bahwa penghapusan batas bawah suku bunga kredit tesebut tidak akan membantu pendapatan bank, termasuk tidak akan bisa mendongkrak perekonomian.

Pesimisme tersebut nampak kian bertambah lantaran otoritas Beijing terlihat enggan mengeluarkan kebijakan stimulus tambahan demi mendongkrak ekonominya meskipun menghadapi melambatnya pertumbuhan. Perdana Menteri Li Keqiang mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi dan tenaga kerja di kisaran level saat ini secara umum masih wajar. Namun demikian Li Keqiang menegaskan bila pertumbuhan terus menerus berada di bawah "bottom line", tidak menutup kemungkinan dapat memicu sebuah perubahan kebijakan. Hal senada juga disampaikan Menteri Keuangan China Lou Jiwei yang menuturkan bahwa pemerintah kemungkinan tidak akan memberikan stimulus fiskal yang besar pada tahun ini.(dar)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar