Selasa, 24 Oktober 2017

stock-index  Stock Index

Profit-Taking Bebani Kospi

Kamis, 2 Januari 2014 8:29 WIB
Dibaca 448

Monexnews - Kospi terlihat kesulitan mempertahankan momentum penguatan seiring munculnya aksi profit-taking pasca rally kencang belakangan. Investor terlihat khawatir dengan pelemahan yen yang dapat menggerogoti daya saing eksportir Korea Selatan. Eksportir Korea Selatan bersaing ketat dengan eksportir Jepang di pasar internasional sehingga pergerakan nilai tukar juga akan turut mempengaruhi kemampuan perusahaan dalam menjual produknya. Pasar juga tidak terkesan dengan outlook penjualan untuk tahun 2014 yang dipaparkan oleh raksasa otomotif Korea Selatan, Hyundai Motor dan Kia Motor. Outlook penjualan yang diberikan merupakan yang terendah sejak 2003 seiring eksportir Korea Selatan kini harus bersaing dengan eksportir Jepang yang mulai bangkit.  

Investor juga terlihat berhati-hati setelah data manufaktur Cina yang dirilis kemarin isyaratkan masih rapuhnya momentum pertumbuhan ekonomi terbesar No.2 di dunia tersebut. Indeks manufaktur Cina (versi pemerintah) mencapai level 51.0 untuk bulan Desember; lebih rendah dari prediksi 51.3 dan publikasi sebelumnya 51.4. Cina merupakan salah satu mitra dagang utama Jepang sehingga situasi ekonomi Cina dapat turut mempengaruhi perekonomian Jepang.

Meski demikian, potensi penurunan bursa saham Korea Selatan mungkin terbatas mengingat data manufaktur Korea Selatan isyaratkan masih berlanjutnya momentum pemulihan ekonomi terbesar No.4 di Asia tersebut. Indeks manufaktur Korea Selatan mencapai level 50.8 untuk bulan Desember; lebih tinggi dari publikasi sebelumnya 50.4. Kospi futures kini diperdagangkan di level 265.80; menjauhi level tinggi harian 266.65 (fr)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar