Sabtu, 23 September 2017

stock-index  Stock Index

Proyeksi Negatif Membebani Bursa Eropa

Senin, 9 Februari 2015 15:59 WIB
Dibaca 475

Monexnews - Pada awal pekan bursa Eropa kembali dibuka di area negatif seiring kecemasan hutang Yunani yang masih belum mencapai titik temu. Data neraca perdagangan China yang mengecewakan tampaknya memicu kecemasan akan pertumbuhan negara perekonomian terbesar kedua dunia ini sekaligus menjadi beban tambahan perdagangan bursa Eropa. Ekspor China turun 3,3% dari periode yang sama tahun lalu dan impor turun 19,9%, lebih rendah dari ekspektasi analis.

Pasar mencemaskan kemungkinan default dan keluarnya Yunani dari zona Euro jika pemerintah gagal mencapai kesepakatan dengan krediturnya. Usaha Perdana Menteri dan Menteri Keuangan Yunani keliling Eropa menemui petinggi-petinggi negara untuk mencari dukungan rencana restrukturisasi perjanjian hutangnya berakhir mix. Lembaga pemeringkat Moody's Investors Services juga meninjau surat hutang pemerintah Yunani dengan pertimbangan menurunkan ratingnya menjadi status junk karena outlook negatif. Kini Yunani harus mencari solusi karena periode bailout akan berakhir di bulan Februari.

Indeks FTSE diperdagangkan turun 0,5% di awal sesi, dengan saham bank HSBC turun hampir 1% usai mengakui kantor cabang Swissnya telah membantu klien-klien kayanya menghindari pajak dan menyembunyikan aset-aset bernilai jutaan Dollar. Sementara itu, sektor pertambangan menjadi saham dengan performa terbaik dalam indeks FTSE hari Senin, diwakili saham Fresnillo, Glencore, Rio Tinto, dan Randgold.

Sejauh ini indeks-indeks Eropa belum berhasil keluar dari zona merah, dengan indeks DAX turun 1,75%, indeks FTSE turun 0,90% dan CAC 1,38%. (YS)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar