Kamis, 21 September 2017

stock-index  Stock Index

Rebound Wall Street Memudar Di Tengah Pelemahan Saham Energi

Rabu, 15 Oktober 2014 3:47 WIB
Dibaca 536

Monexnews - Rebound di bursa saham AS memudar di akhir sesi perdagangan seiring saham perusahaan energi tergelincir yang bersamaan dengan harga minyak, menghapus sebagian besar reli sebelumnya di indeks patokan yang di pimpin oleh perusahaan-perusahaan industri, penerbangan dan perbankan.

Indeks Standard & Poor 500 akhiri sesi dengan naik kurang dari 0.2% di 1,877.70 di New York setelah sebelumnya naik sebanyak 1.3%. Indeks turun sebesar 6.6% dari rekor tertingginya yang di capai pada tanggal 18 September dan kemarin di tutup dengan penurunan terburuk dalam tiga hari sejak 2011. Indeks Dow Jones Industrial Average melemah 5.88 poin, atau kurang dari 0.1%, menjadi 16,315.19, menghapus penguatan sebesar 143 poin yang di capai sebelumnya.

Saham energi di S&P 500 melemah sebesar 1.2% sebagai sebuah kelompok dan memperpanjang pelemahan mereka dari rekor tertinggi bulan Juni untuk menjadi lebih 20%. Minyak WTI tergelincir 4.5% menjadi $81.91 per barel, itu adalah level terendah dalam lebih dari dua tahun, setelah International Energy Agency mengatakan bahwa permintaan akan berada di jalur paling lambat pada tahun ini sejak 2009. Minyak Brent juga merosot ke level terendah sejak 2010.

Beberapa dari 53 perusahaan di S&P 500 di jadwalkan akan merilis earnings pada pekan ini, menurut data yang di kompilasi oleh Bloomnberg. Laba untuk para anggota bursa kemungkinan akan naik 4.8% di kuartal ketiga dan penjualan naik 4.2%, menurut proyeksi analis.

Data dari Eropa pada hari ini menunjukkan harga konsumen di Swedia dan Spanyol turun, inflasi Inggris melambat ke level terendah lima tahun, dan indeks tingkat kepercayaan investor Jerman turun untuk bulan ke sepuluh. Pemerintah Jerman memangkas perkiraan ekonomi mereka untuk tahun ini dan tahun 2015.

Ekuitas AS telah merugi hampir $744 milyar dalam nilai sejak 8 Oktober di tenagh kecemasan bahwa perlambatan global dapat melukai pemulihan ekonomi AS di tengah kemungkinan Federal Reserve akan naikan suku bunga. Pada hari Senin, aksi jual meningkat karena melemahnya saham makspai dan kecemasan pada Ebola serta merosotnya saham energi setelah minyak Brent turun ke level terendah dalam empat tahun.

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar