Senin, 23 Januari 2017

stock-index  Stock Index

Review Wall St. : Dua Isu Sentral Hentikan Laju Indeks

Kamis, 4 April 2013 10:35 WIB
Dibaca 375

<span style="font-family:arial, helvetica, sans-serif;">Monexnews - Wall Street semalam tersengat oleh dua kabar yang tidak mengenakkan dari ranah politik maupun moneter dalam negeri Amerika Serikat. Di tengah krisis nuklir Korea Utara yang membayangi stabilitas dunia, bank sentral justru membuka ruang bagi penarikan stimulusnya.

Ketiga indeks utama mencatat koreksi marjinal pada sesi perdagangan hari Rabu (03/04). Dow Jones merosot sebanyak 0,8% ke level 14,550.35, S&P 500 kehilangan lebih dari 1% menuju level 1,553.69 dan Nasdaq turun 1,11% ke 3,218.60. Di awal pembukaan, investor sudah disajikan data tenaga kerja sektor swasta dan pertumbuhan sektor jasa. Keduanya dirilis negatif sehingga pergerakan saham langsung melemah.

Tidak berapa lama berselang, departemen pertahanan Amerika mengumumkan pengiriman sistem ketahanan misil daratnya ke wilayah Guam untuk mengantisipasi potensi serangan roket dari Korea Utara. Berbicara di depan National Defense University, Sekretari Pertahanan Chuck Hagel menyebut negara komunis itu sudah memberikan ancaman nyata kepada warga dunia. "Kami melakukan segala upaya, termasuk komunikasi dengan pihak China guna melindungi semenanjung," demikian ujar Hagel.

Sentimen negatif lainnya muncul beberapa saat kemudian ketika Gubernur Federal Reserve Bank wilayah San Francisco, John Williams, memberikan pernyataan yang tidak disambut baik oleh pelaku pasar. Ia mengatakan bank sentral bisa saja sewaktu-waktu menarik stimulus moneter apabila perekonomian dinilai membaik. Williams akan memantau perkembangan sektor tenaga kerja musim panas ini sebelum menentukan sikapnya. "Jika segala sesuatunya berjalan sesuai harapan, program pembelian aset bisa dihentikan tahun ini," imbuhnya.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar