Sabtu, 25 Maret 2017

stock-index  Stock Index

Review Wall St: Indeks Kokoh di Kisaran Tinggi

Kamis, 31 Januari 2013 10:36 WIB
Dibaca 297

Monexnews - Federal Reserve Bank atau the Fed hari Rabu (30/01) mengakui bahwa perekonomian berjalan lambat. Sikap bank sentral sejalan dengan hasil laporan resmi pemerintah beberapa saat sebelumnya, yang mencerminkan betapa ekonomi Amerika kesulitan keluar dari fase kontraksi.

Bank sentral kembali memastikan bahwa program pembelian aset akan terus berjalan. Sikap the Fed sedikit banyak mampu memberi harapan sekaligus membendung aksi jual saham yang lebih deras semalam. Ketiga indeks utama mencatat penurunan 'hanya' antara 0,3% dan 0,4%. Dow Jones ditutup pada level 13,910.42, S&P berakhir di 1,501.96 dan Nasdaq menyusut ke level 3,142.31.

"Kontraksi GDP Amerika adalah sebuah kejutan, dan gejala perlambatan ekonomi yang kuat," urai Marc Chandler, Analis Brown Brothers Harriman. Laporan GDP hari Rabu merupakan estimasi awal dari Departemen Perdagangan untuk kuartal IV dan akan direvisi sebanyak dua kali dalam dua bulan ke depan.

Pasar saham masih kokoh di level tingginya sepanjang masa. Dow Jones hanya 2% lebih rendah dari puncak terbaiknya di 14,198.10 yang tercapai pada Oktober 2007 silam. Sementara S&P 500 masih memerlukan 5% untuk menyambangi rekor tinggi 1,576.09, yang terakhir kali tercatat pada tanggal yang sama. Statement the Fed berdampak bagus bagi obligasi Amerika, di mana yield-nya turun lagi ke 2% setelah melonjak ke atas kisaran itu pada hari Senin lalu. Kenaikan yield obligasi di awal pekan ini adalah yang pertama kali sejak April 2012.

Dari sektor emiten, saham Research in Motion (RIMM) anjlok pasca pengumuman produk anyar Blackberry 10. Perusahaan berharap sistem operasi terbarunya bisa menjadi senjata untuk kembali merajai industri smartphone global, setidaknya memenangkan posisi tiga di bawah Apple dan Android.

Saham Facebook (FB) merosot sekitar 4% setelah sesi reguler ditutup. Media sosial ini sukses meraup pemasukan dan laba di atas ekspektasi analis, sayangnya investor masih ragu dengan pertumbuhannya yang lambat.

Saham Chesapeake Energy (CHK) ditutup turun 6% setelah produsen gas alam itu mengumumkan rencana pengunduran diri salah satu eksekutifnya. CEO Aubrey McClendon sudah memutuskan untuk pensiun di bulan April mendatang.

Lembaga peneliti spesialis sumber daya, ADP, menyatakan bahwa perusahaan swasta berhasil membuka 192.000 lapangan kerja baru di bulan Januari 2013. Angka tersebut lebih besar dibanding perkiraan sebelumnya yang hanya sebesar 175.000. Laporan ADP adalah satu dari tiga data penting tenaga kerja yang dirilis pekan ini.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar