Minggu, 4 Desember 2016

stock-index Stock Index

Review Wall St. : Kemunculan Gejala Siklus Mei

Kamis, 2 Mei 2013 10:16 WIB
Dibaca 405

<span style="font-size:medium;font-family:arial, helvetica, sans-serif;">Monexnews - Indikasi 'Sell in May and Go Away' mulai terlihat di awal bulan saat bursa saham Amerika Serikat dilanda aksi jual. Sama seperti apa yang terjadi dalam tiga tahun terakhir, ketiga indeks turun signifikan di hari pertama Mei 2013.

Dow Jones industrial average merosot nyaris 140 poin atau 0.9% ke level 14,700.95. Sementara S&P 500 dan Nasdaq juga melelmah dengan rasio yang sama ke level 1,582.70 dan 3,299.13. Keresahan akan datangnya fase koreksi di bulan Mei mencuat karena dua alasan. Pertama, laporan ekonomi Amerika terkini kembali menunjukkan gejala perlambatan di musim semi, sama seperti empat tahun sebelumnya. Data tenaga kerja versi ADP memperlihatkan lemahnya daya serap perusahaan terhadap sumber daya baru di bulan Maret. Rilis data yang negatif itu memperkuat ekspektasi akan adanya penurunan angka pada data resmi payrolls (April) hari Jumat besok, di mana ekonom memperkirakan sektor bisnis Amerika hanya mampu membuka 155.000 lapangan kerja baru.

Aktivitas manufaktur dan sektor ritel juga lesu. Sektor hunian memang memberi harapan akan pemulihan ekonomi, namun angka pengeluaran konstruksi anjlok nyaris 2% di bulan Maret. Beralih ke lini korporasi, banyak perusahaan memang sukses meraup laba di atas estimasi analis pada laporan keuangan terakhirnya, namun sebagian besar gagal meraih revenue ideal. Tekanan ekstra datang dari luar negeri, khususnya wilayah Euro dan China. Kedua motor perekonomian dunia ini sedang disibukkan oleh masalah masing-masing, mulai dari lilitan hutang hingga perlambatan industri.

Alasan ke-dua, harga saham sudah terlalu tinggi dalam beberapa bulan belakangan. S&P 500 menutup bulan April di rekor tertinggi, sedangkan Nasdaq finish di titik terbaik dalam 12 tahun terakhir. Demikian pula dengan Dow Jones, yang hanya terpaut sekian poin dari puncak penampilannya. Performa saham awal tahun ini bisa digolongkan sebagai siklus, mengingat ketiga indeks utama juga menguat signifikan di bulan April 2010,2011 dan 2012. Kalaupun ada faktor kunci yang membedakan kinerja saham tahun ini adalah sokongan fundamental dari kebijakan moneter super longgar dari bank sentral.

 (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar