Jumat, 24 Maret 2017

breaking-news Klaim Awal Pengangguran AS naik menjadi 258K pekan lalu dari sebelumnya 243K, estimasi 240K

stock-index  Stock Index

Review Wall St. : Rebound di Tengah Kekhawatiran

Selasa, 9 April 2013 10:30 WIB
Dibaca 468

Monexnews - Bursa saham Amerika Serikat (AS) kemarin (Senin 08/04) berhasil memangkas penurunan yang terjadi di awal sesi. Indeks utama akhirnya berhasil rebound dari performa mingguan terburuk tahun ini.

Dow Jones Industrial menguat 0,3% ke level 14,613.48 dan Nasdaq naik 0,6% menuju 1,563.07. Sementara indeks teknologi Nasdaq juga sukses meraup 0,6% untuk menjangkau level 3,222.25. Alcoa membuka musim laporan pendapatan kuartal I dengan nilai penghasilan di atas estimasi. Namun sayangnya angka penjualan produsen alumunium ini justru turun. Dua emiten lain yang akan melepas earnings-nya pekan ini adalah JPMorgan dan Wells Fargo, yang siap mengumumkan laporan laba ruginya di hari Jumat.

Analis pasar memperkirakan kenaikan rata-rata laba korporasi kuartal I 2013 adalah sebesar 1,5% dibandingkan satu tahun sebelumnya. Laporan pendapatan emiten dalam beberapa pekan ke depan akan menentukan apakah investor segera mengambil keuntungan dari lonjakan harga saham akhir-akhir ini, atau mengambil posisi baru. Limpahan sentimen negatif masih mewarnai pasar saham, mulai dari konflik dua Korea, krisis hutang Eropa hingga lemahnya daya serap tenaga kerja Amerika. Sederet dinamika politik lintas benua itu rentan memicu koreksi harga, khususnya pasca kenaikan besar indeks utama sepanjang tahun 2013.

Kembali ke Eropa, Portugal dikabarkan segera memangkas anggaran belanja untuk sektor pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan sebagai strategi baru guna menghemat pengeluaran. Jumat kemarin (05/04) pengadilan tertinggi negara itu membatalkan rancangan aturan tentang skema penghematan nasional sehingga pemerintah harus mencari cara baru untuk menggalang dana operasional.

Sebagai prasyarat untuk mendapatkan bailout internasional, Portugal wajib melakukan efisiensi di berbagai lini. Pemerintah kemudian membuat aturan pemotongan gaji dan pensiun bagi pegawai negeri supaya bisa menghemat dana segar. Akan tetapi pengadilan konstitusi membatalkan rancangan regulasi tersebut atas dasar keadilan, mengingat pemangkasan upah yang diajukan tidak mencakup ke semua pekerja. Kini mereka harus mencari cara untuk menggalang dana segar antara 900 juta Euro hingga 1,3 miliar Euro atau terpaksa divonis bangkrut untuk tahun buku 2013. Jika gagal menemukan solusi alternatif, Portugal juga terancam tidak diberi dana talangan tahap berikutnya sebesar 78 miliar dari Uni Eropa.

Menteri Keuangan Jerman, Wofgang Schaeuble, meminta Portugal segera mencari strategi baru untuk melakukan penghematan dana. Wall Street Journal melaporkan bahwa Perdana Menteri Pedro Passos Coelho berencana mengajukan proposal efisiensi baru. Pemerintah konon akan membayar upah pegawai negeri dan pensiunan dalam bentuk surat hutang. Meski juru bicara pemerintah telah membantah kabar tersebut, spekulasi tentang skema itu sudah terlanjur merebak. Skenario terburuk adalah Portugal gagal melaksanakan amanat pemangkasan Uni Eropa dan terpaksa meminta modal baru via bailout tahap 2.

 

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar