Selasa, 24 Januari 2017

stock-index  Stock Index

Review Wall St. : S&P Hanya 2 Poin di Bawah All-time High

Rabu, 27 Maret 2013 10:54 WIB
Dibaca 425

Monexnews - Kalau Dow Jones telah sukses meraih level tertinggi sepanjang masa di bulan Maret 2013, tidak demikian halnya dengan S&P 500. Indeks benchmark Amerika Serikat ini belum mampu menggapai zona idaman di penghujung kuartal pertama.

Meski tidak bergerak secepat Dow Jones, indeks S&P 500 berpeluang mendapat giliran untuk menyambangi level tertinggi dalam sejarah di hari Rabu atau Kamis ini. Pasalnya untuk melampaui all-time high 1,565.15, indeks hanya membutuhkan 3 poin di level penutupan berikutnya. Indeks semalam menguat sebanyak 1% akibat pengaruh dari indikator ekonomi dalam negeri yang positif dan berkurangnya isu seputar krisis Yunani.

Sementara itu, Dow Jones meraup 112 poin untuk mengakhiri hari di rekor penutupan baru 14,559.65. Walaupun rasio penguatan tergolong cukup besar, di atas setengah persen, volume perdagangan hari Selasa (26/03) cukup kecil. Banyak pelaku pasar sedang melaksanakan libur paskah atau menahan diri sementara waktu. Pekan ini Wall Street juga akan diliburkan terkait dengan perayaan Good Friday.

Rally pekan ini dimulai sejak hari Senin, setelah pejabat keuangan Uni Eropa memberikan sikap tegas dalam upaya penanganan krisis Siprus. Sedangkan penguatan hari Selasa lebih banyak dipicu oleh rilis data ekonomi Amerika yang relatif bagus. U.S. Census Bureau kemarin melaporkan bahwa angka permintaan durable goods naik 5.7% di bulan Februari berkat adanya kenaikan jumlah pesanan untuk produk pesawat dan alat pertahanan. Dengan demikian, perekonomian Amerika diperkirakan berekspansi sebesar 2.5%-3% (tahunan) di kuartal pertama. Pasar hunian juga sedang cemerlang. Menurut S&P Case-Shiller index, harga rumah naik 8.1% di bulan Januari dibandingkan satu tahun sebelumnya. Rasio kenaikan tersebut merupakan kenaikan tahunan terbesar sejak bulan Juni 2006. Namun rata-rata tahunan new home sales muncul pada angka 411,000 di bulan Februari, lebih rendah dibandingkan catatan bulan Januari dan prediksi pengamat.

Khusus bagi indeks S&P 500, penembusan ke rekor tertinggi sepertinya bukan hal yang sulit diwujudkan dalam dua hari ke depan. Mengingat banyak investor ingin menumpang rally harga saham dan koreksi hanya akan membuat posisi beli kian atraktif. 

 

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar