Selasa, 17 Januari 2017

breaking-news PM Inggris Theresa May: Pemerintah Akan Ajukan Kesepakatan Brexit Baru Untuk Voting Parlemen

stock-index Stock Index

Review Wall Street: 40 Poin Menuju All-time High

Selasa, 5 Maret 2013 10:26 WIB
Dibaca 470

<span style="font-family:arial, helvetica, sans-serif;">Monexnews - Aktivasi klausul pemangkasan anggaran federal di bulan Maret ini tidak cukup untuk menghambat laju bursa saham Amerika Serikat (AS). Optimisme terhadap prospek ekonomi menggiring indeks utama lebih dekat ke rekor tertingginya.

Dow Jones menutup sesi perdagangan hari Senin (04/03) dengan penguatan sebanyak 0,3% untuk bertengger di 14,127.82 dan kini tinggal 40 poin di bawah level tertinggi sepanjang masa. Rekor tersebut bertahan sejak Oktober 2007, sebelum krisis finansial menerpa Amerika. Sementara indeks S&P 500 naik hampir setengah persen dan juga berada dalam jalur menuju rekor terbaiknya. Adapun indeks teknologi Nasdaq juga mencatat kenaikan serupa, yaitu sebesar 0,4%.

Performa saham terbilang solid meskipun sejak akhir bulan lalu investor dilanda kekhawatiran soal pemangkasan anggaran federal senilai $85 miliar. Apabila sampai akhir tahun ini pemangku kepentingan gagal menyepakati resolusi baru terkait penundaan program efisiensi belanja tersebut, maka laju pemulihan bisa terhambat. Ancaman terbesar adalah potensi PHK ratusan ribu pegawai negeri di daerah dan kemungkinan pemecatan pegawai di industri-industri terkait. Perekonomian Amerika akan menyusut sebanyak 0,6 poin persentase dan mengurangi penciptaan tenaga kerja full-time sebanyak 750.000 posisi di akhir 2013 nanti. Demikian hasil riset Kantor Anggaran Kongres.

Kemarin pejabat sentral Federal Reserve, Janet Yellen, menyatakan optimis dengan efek pemberlakuan suku bunga rendah. Statement tersebut memperkuat komitmen Ben S. Bernanke akhir pekan lalau untuk tetap menjaga kebijakan moneter tetap longgar.

Sentimen Wall Street sempat memburuk di awal sesi kemarin setelah pemerintah China mengumumkan pengetatan baru di sektor kredit perumahan. Beijing beralasan kalau aturan baru harus dikeluarkan supaya sektor properti China tidak mengalami bubble. Indeks gabungan Shanghai langsung anjlok 3,7% dan Hang Seng merugi 1,5% pasca keputusan pemerintah. Namun indeks utama Jepang, Nikkei, masih sanggup meraup 0,4%.

 (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar