Selasa, 25 Juli 2017

stock-index  Stock Index

Review Wall Street: Torehan Rekor Anyar The Dow

Kamis, 7 Maret 2013 10:21 WIB
Dibaca 455

<span style="font-family:arial, helvetica, sans-serif;">Monexnews - Satu hari setelah menjangkau level tertinggi dalam sejarah, indeks Dow Jones kembali mengukir rekor baru pada sesi perdagangan hari Rabu (06/03). The Dow kembali menguat 0,3% untuk bertengger di titik puncak baru, 14,296.39. Indeks S&P 500 juga sukses mempertahankan kinerja dengan raihan 0,1% dan hanya terpisah 1,3% dari rekor terbaik sepanjang masa. Adapun indeks Nasdaq tidak banyak bergerak, terutama akibat terbebani oleh performa saham Staples yang baru saja memangkas target penjualan 2013. Indeks Dow dan S&P 500 masing-masing sudah naik sebanyak 9% dan 8% sejak awal tahun dan masih berpeluang meraup gain lebih lanjut bulan ini.

Penguatan harga saham semalam lebih disebabkan oleh membaiknya rilis data ekonomi Amerika Serikat, termasuk gejala pemulihan sektor tenaga kerja negara itu. Pelaku pasar semakin optimis menyikapi masa depan ekonomi dan pendapatan korporasi. Laporan payrolls versi lembaga peneliti ADP dirilis lebih baik dibanding perkiraan, dan memunculkan harapan akan adanya hasil serupa pada data tenaga kerja resmi pemerintah Jumat nanti. Mayoritas ekonom yang disurvei oleh CNN memprediksi angka payrolls bulan Februari akan keluar di angka 175.000.

Sentimen positif lainnya datang dari komitmen bank sentral untuk mempertahankan kebijakan stimulus, yang berperan dalam melambungkan harga saham. Dalam rilis Beige Book edisi terbaru, The Fed mengatakan bahwa aktivitas ekonomi di 12 wilayah berjalan dalam laju moderat sejak bulan Januari. Hampir seluruh pejabat tinggi the Fed sepakat pembelian aset harus dilanjutkan meski gejala pemulihan ekonomi sudah terlihat. Potensi kenaikan harga ekuitas sangat terbuka mengingat valuasi saham saat ini masih terbilang rendah. Setelah terseret ke titik nadir di tahun 2009 silam, pasar saham konsisten menguat seiring dengan minat beli investor yang membaik. Sebagian analis Wall Street berpendapat harga saham relatif murah jika dibandingkan dengan perkiraan jumlah laba yang akan didapat oleh emiten-emiten nantinya. Aksi jual beli diprediksi berlangsung lebih alot dalam beberapa pekan ke depan sejalan dengan pergerakan naik saham dari waktu ke waktu.

 

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar