Selasa, 28 Maret 2017

stock-index  Stock Index

Sentimen Data China Masih Bebani KOSPI

Rabu, 6 Agustus 2014 12:13 WIB
Dibaca 468

Monexnews -

Pasar Korea Selatan kembali melanjutkan koreksinya di perdagangan hari Rabu (6/8) terutama akibat terseret arus pelemahan pasar Asia hari ini menyusul koreksi yang terjadi pada bursa saham Wall Street semalam.

Selain itu, kalangan inevestor juga masih nampak pesimis dengan data ekonomi China yang mengecewakan yang di rilis pada hari Selasa kemarin.

Sentimen aksi jual masih terlihat di beberapa sektor setelah kemarin pemerintah China merilis data service-PMI yang merosot ke level rendah dalam 9 tahun terakhir di bulan Juli.

Aktivitas non-manufaktur PMI atau sektor jasa (service) yang dikalkulasi oleh HSBC China tercatat merosot tajam ke level 50.0 di bulan Juli dari bulan sebelumnya di angka 53.1.

Lemahnya data China tersebut tentunya membuat kalangan pengusaha Korsel yang sebagian besar adalah eksportir merasa terpukul, mengingat China merupakan pangsa pasar utama bagi negeri gingseng tersebut.

Kaum investor dan pengusaha menilai bila data tersebut melemah, dikhawatirkan dapat menurunkan tingkat permintaan dari negara-negara eksportir seperti Korea Selatan yang bakal menjadi preseden buruk bagi kalangan pengusaha.  

Di lantai bursa Seoul, aksi jual terbesar nampak di sektor teknologi dan elektronik sehingga menyebabkan saham Samsung Electronics anjlok hingga 1 persen. 

Koreksi saham Samsung bersamaan dengan munculnya pengumuman dari raksasa itu yang menjelaskan bahwa semua tuntutan hukum terkait hak paten dengan Apple di luar Amerika Serikat berangsur akan mereda.  

Sementara indeks KOSPI (KS11) tercatat melemah (-0.39%) dan tergerus (-8.02) poin pada kisaran area 2058.24.    (dar)

 

 

 

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar