Sabtu, 21 Januari 2017

breaking-news Penjualan Ritel Inggris turun -1.9% di Desember vs. 0.2% di November, ekspektasi -0.1%.

stock-index  Stock Index

Stimulus Shinzo Abe Giring Nikkei ke Puncak

Jumat, 11 Januari 2013 11:50 WIB
Dibaca 461

Monexnews - Pemerintah negara Jepang hari ini menyetujui peluncuran stimulus senilai 10.3 triliun Yen ($115.7 miliar). Perdana Menteri Shinzo Abe dan kabinetnya juga bertekad menjalin kerjasama intensif dengan Bank of Japan untuk menghentikan deflasi dan membangkitkan perekonomian nasional. 

Kantor administrasi Perdana Menteri Jepang menyatakan bahwa paket stimulus itu diharapkan mampu menaikkan angka gross domestic product growth (GDP) sebanyak dua poin persentase di atas rata-rata pertumbuhan tahunan1.7%. Gelontoran dana segar ke sistem keuangan juga harus mempu menghasilkan sebanyak 600,000 lapangan kerja baru. Namun demikian, aksi pemerintah kali ini akan memaksa Jepang meminjam dana baru sebesar 5 triliun Yen sehingga total hutang nasional akan menembus 200% dari GDP.

"Kami perlu mengucapkan selamat tinggal pada perlambatan ekonomi dan memusatkan diri pada penguatan ekonomi yang berperan dalam membuka lapangan kerja serta meningkatkan taraf kehidupan," ujar Abe dalam siaran resminya di televisi. Nantinya 5,5 triliun Yen dari total stimulus tersebut akan digunakan untuk realisasi proyek-proyek negara yang bisa menyerap banyak tenaga kerja. Menurut Abe, total anggaran termasuk stimulus ekonomi adalah pengeluaran terbesar negara Jepang sepanjang sejarah. Gelontoran dana terbesar bagi perekonomian diluncurkan pasca krisis yang menerpa dunia pada tahun 2008 silam. Bahkan apabila belanja pemerintah daerah dan sektor swasta ikut dimasukkan, total stimulus untuk perekonomian Jepang sudah lebih dari 20 triliun Yen.

Sama seperti pada masa kampanyenya dulu, Shinzo Abe mengingatkan Bank of Japan untuk lebih agresif merancang kebijakan moneter yang akomodatif bagi perekonomian. "Pelonggaran moneter, kebijakan fiskal dan strategi pertumbuhan ekonomi adalah sangat penting untuk memulihkan kondisi Jepang," tegasnya. Atas dasar itu, pelaku pasar memperkirakan Bank of Japan akan merilis kebijakan moneter baru pada pertemuan tanggal 21-22 Januari sesuai kehendak sang Perdana Menteri.

Tren deflasi juga menjadi titik perhatian pemerintah di awal tahun ini. Shinzo Abe kembali menyatakan upaya untuk mengakhiri deflasi adalah agenda yang tidak bisa ditawar. Bank of Japan diharapkan segera mengadopsi target inflasi 2% ketimbang mempertahankan sasaran inflasi 1% yang dipegang saat ini. Sebagai antisipasi terhadap dampak positif stimulus bagi perekonomian, Credit Agricole dalam laporannya hari ini merevisi naik proyeksi GDP riil Jepang untuk tahun fiskal 2013 sebanyak 2.5% dari 1.1%. Revisi tersebut berkaca pada wacana 150 proyek, serta paket-pekat yang bertujuan untuk mempromosikan investasi bisnis perusahaan dan menciptakan pertumbuhan berkesinambungan. Di samping itu, pemerintah diharapkan merancang kerangka kerjasama yang lebih erat dengan bank sentral.

Indeks Nikkei melonjak 1,36% pasca pengumuman dirilis. Nikkei kini bertengger di level 10.805 atau kisaran yang terakhir terlihat pada 21 Februari 2011. Sementara nilai tukar Yen terpantau di 89.05 per Dollar.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar