Selasa, 17 Januari 2017

stock-index Stock Index

Sydney di Zona Merah Meski Data Domestik Apik

Kamis, 6 Maret 2014 10:29 WIB
Dibaca 306

Monexnews - Lantai bursa Sydney Australia nampak terkikis ke zona negatif pada perdagangan hari Kamis (6/3) meskipun data ekonomi yang rilis hari ini menunjukkan angka yang solid.   

Investor terus melakukan aksi jual di lantai bursa meskipun angka neraca perdagangan Australia (trade balance) mengalami surplus yang drastis sejalan dengan pertumbuhan ekspor yang kuat sepanjang Januari lalu. Sedangkan data retail sales juga mengalami kenaikkan yang tajam bahkan jauh di atas ekspektasi para analis.

Rupanya kemerosotan bursa Sydney terutama akibat anjloknya saham-saham berbasis energi yang terus di dera aksi jual investor setelah harga minyak dunia (minyak berjangka Nymex) tumbang hingga 1,8% terkait data Amerika yang lemah. Selain itu sentimen pasar juga terbebani oleh laporan dari Australian Financial Review yang menyebutkan bahwa produksi minyak nasional telah mencapai titik terendahnya lebih dari 40-tahun terakhir.

Sontak saham-saham sektor perminyakan langsung berjatuhan. Tercatat saham Woodside Petroleum tumbang 1%, saham Oil Search menurun 1,1%, dan saham Caltex Australia tergerus 0,6%. Dari lini pertambangan, saham Rio Tinto jatuh kembali ke area negatif dengan merugi (-0,4%), Sedangkan saham BHP Billiton melemah (-0,7%) dan saham Whitehaven Coal menurun (-0,4%).

Sementara indeks utama Sydney ASX-200 tercatat terkoreksi (-0.12%) atau terkikis (-6.73) poin pada kisaran 5439.50. (dar)  

 

 

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar