Kamis, 25 Mei 2017

stock-index  Stock Index

Terfokus Pada Yellen, Pasar Eropa Abaikan Perlambatan GDP Q3

Kamis, 14 November 2013 17:57 WIB
Dibaca 538

Monexnews - Sebagian besar saham Eropa diperdagangkan lebih tinggi pada hari Kamis menyusul pernyataan dovish dari Janet Yellen, Wakil Ketua sekaligus calon Ketua Federal Reserve berikutnya. Pernyataan yang melegakan investor tersebut juga berhasil meredam potensi reaksi negatif dari data pertumbuhan ekonomi zona Euro yang mengecewakan.

DAX Jerman dan CAC40 Perancis sama-sama bertengger di zona hijau, dengan masing-masing mengemas kenaikan 0,85% dan 0,75%. Kinerja serupa juga diperlihatkan FTSE Inggris, yang menguat lebih dari 0,8% meskipun data penjualan ritel bulan Oktober mencatat penurunan yang lebih tajam dari perkiraan.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis setelah penutupan sesi perdagangan Wall Street hari Rabu, Janet Yellen mengatakan bahwa Federal Reserve masih perlu melakukan lebih banyak tindakan guna menopang pemulihan ekonomi sebelum dapat kembali ke kebijakan moenter yang lebih normal. Meskipun perekonomian AS telah memperlihatkan sejumlah kemajuan, Yellen masih tetap menyuarakan keprihatinannya atas tingkat pengangguran 7,3% yang dinilai masih terlalu tinggi dan laju inflasi yang masih berada di bawah target 2%.

Yellen juga dijadwalkan untuk memberikan testimoni di depan Komite Perbankan Senat AS pada pukul 22.00 WIB nanti malam.

Sementara data ekonomi zona Euro yang dirilis Eurostat hari Kamis menunjukkan ekonomi hanya mencatat pertumbuhan 0,1% di sepanjang periode Juni-September, setelah berekspansi 0,3% dalam periode 3 bulan sebelumnya. Angka tersebut lebih lemah dari ekspektasi pertumbuhan 0,2%.

Perlambatan ini tidak lepas dari melemahnya performa 2 ekonomi terbesar di Eropa. GDP Perancis mengecewakan investor dengan menyusut 0,1% pada kuartal ke-3, seiring meningkatnya kekhawatiran tentang reformasi ekonomi. Sementara ekonomi terkuat Eropa, Jerman, mampu berekspansi 0,3% pada kuartal ke-3. Kendati mengindikasikan laju ekonomi yang mulai kembali normal, angka tersebut masih lebih lambat dibandingkan dengan pertumbuhan 0,7% yang dibukukan pada kuartal ke-2. (vid)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar