Minggu, 22 Januari 2017

breaking-news Penjualan Ritel Inggris turun -1.9% di Desember vs. 0.2% di November, ekspektasi -0.1%.

stock-index  Stock Index

Ukraina Seret Bursa Asia ke Zona Merah

Senin, 3 Maret 2014 13:37 WIB
Dibaca 388

Monexnews - Semakin buruknya eskalasi konflik di Ukraina membuat pasar keuangan lesu di awal pekan ini. Bursa saham Asia terpantau negatif pada sesi Senin (03/02) karena investor menahan diri dari aksi beli.

Koreksi di pasar Asia dipimpin oleh indeks Nikkei, yang anjlok 1.8% hingga Senin siang. KOSPI Korea Selatan juga melemah 0.9% dan Hang Seng Hong Kong tergerus 0.7%. Adapun di Australia, indeks acuan ASX All Ordinaries melemah 0.6%.

Sejauh ini konflik di Ukraina memang berdampak minim terhadap perekonomian dunia, khususnya wilayah Eropa. Namun minat investor terhadap aset safe haven atau lindung nilai semakin bertambah mengingat negara Eropa ini juga merupakan bagian dari benua biru. Lebih dari itu, pemerintah Ukraina memiliki kewajiban bayar hutang $13 miliar tahun ini, dan $16 miliar lainnya akan jatuh tempo sebelum $16 miliar. Tanpa bantuan dana asing, negara ini dipastikan bangkrut.

Tiadanya kepastian tentang siap penguasa pemerintahan Ukraina membuat citranya di mata investor semakin buruk. Saham-saham perusahaan domestik dan asing yang memiliki basis usaha ke negara ini semakin tidak disukai oleh pemodal. Sektor energinya juga terbengkalai sehingga membuat orang takut kalau stok migas ikut menurun.

Sialnya, konflik Ukraina datang berbarengan dengan periode penurunan harga aset di negara berkembang. Sejak Federal Reserve Bank Amerika memutuskan untuk mengurangi porsi stimulus, harga produk keuangan berbasis emerging countries turun drastis. Pelaku pasar meyakini beberapa negara berkembang tidak lagi menarik di tengah kebijakan pengurangan stimulus di negeri Paman Sam.

Seperti diketahui Ukraina sedang menghadapi bencana ekonomi di tengah krisis kepemimpinan yang berlangsung hampir 3 bulan belakangan. Kurs mata uang negara pecahan Soviet ini bahkan merosot ke level terendah dalam empat tahun terakhir karena investor khawatir dengan perang ideologi ekonomi antara warga dan birokrat.

Pangkal konflik Ukraina dimulai pada bulan Desember lalu saat pemerintah Rusia memberikan bantuan tunai senilai $3 miliar dari total jumlah hibah yang direncanakan mencapai $15 miliar kepada pihak Kiev. Sikap pemerintah yang menerima sodoran uang dari pihak Moskow dianggap tidak sesuai dengan ideologi ekonomi nasional oleh sebagian warga sehingga memicu gelombang demonstrasi di ibukota.

Aksi demonstrasi antar elemen masyarakat sudah berlangsung nyaris empat bulan terakhir. Opini publik terpecah menyangkut kedekatan ekonomi politik Ukraina dengan pihak Rusia. Pihak yang gencar melakukan demonstrasi di ibukota Kiev adalah warga masyarakat yang ingin supaya negaranya lebih berkiblat ke zona Euro, dan bukan merapat ke Rusia. Merespon sikap agresif demonstran, perdana menteri Mykola Azarov awal bulan ini memutuskan untuk mundur demi mencegah perang saudara. Presiden Viktor Yanukovych, sebagai pihak yang paling bertanggungjawab atas proyek pinjaman dana ke Rusia, langsung bereaksi dengan membuka pintu perundingan dengan pihak oposisi guna membahas konflik politik. Sayangnya semua proses negosiasi masih menemui jalan buntu. Bukannya membaik, kondisi kini justru semakin pelik.

Puncak dari kevakuman pemerintah terjadi saat Presiden Yanukovych melarikan diri ke Rusia. Alhasil situasi di Kiev kian tidak terkendali karena kekerasan meluas ke berbagai penjuru kota. Pihak Rusia sendiri secara sepihak telah memobilisasi pasukan militernya ke wilayah perbatasan dengan alasan untuk melindungi warganya. Langkah Kremlin dituding oleh Amerika Serikat sebagai pelanggaran HAM sehingga Rusia terancam diembargo oleh Gedung Putih. Efek berantai dari krisis Ukraini inilah yang ditakutkan oleh pelaku pasar yang ingin menanamkan modalnya, tidak hanya di Amerika dan Eropa, namun juga di wilayah Asia.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar