Sabtu, 21 Oktober 2017

stock-index  Stock Index

Wall St 'Menghijau' Pasca Serangkaian Data Ekonomi Solid

Selasa, 25 Juni 2013 21:43 WIB
Dibaca 552

Monexnews - Mayoritas saham di Wall Street mencoba pulih dengan beranjak menguat pada hari Selasa, menyusul serangkaian data ekonomi AS yang lebih baik dari perkiraan dan komentar beberapa petinggi Federal Reserve yang mampu meredakan kekhawatiran tentang dampak pengurangan program pembelian aset.

Dow Jones Industrial Average berupaya mengembalikan sebagian dari pelemahan sesi sebelumnya dengan terapresiasi sekitar 100 poin sejauh ini. Saham Bank of America dan Hewlett-Packard berhasil mencatat kenaikan terbesar di antara komponen blue-chip lainnya. Pemulihan juga terlihat pada S&P 500 dan Nasdaq Composite, yang masing-masing telah mengemas kenaikan 0,75% dan 0,6%. Seluruh sektor kunci di S&P diperdagangkan pada zona hijau, dengan dipimpin sektor keuangan dan energi.

Laporan Departemen Perdagangan AS menunjukkan pesanan durable goods tumbuh 3,6% pada bulan Mei, yang lebih baik dari ekspektasi kenaikan 3%. Indeks harga rumah di 20 kota metropolitan AS versi S&P/Case-Shiller juga berhasil mencatat kenaikan tahunan terbesar dalam 7-tahun dengan melonjak 1,7% pada bulan April, jauh melewati perkiraan kenaikan 0,5%.

Sedangkan indeks kepercayaan konsumen AS yang dilaporkan Conference Board mengalami peningkatan menjadi 81,4 pada bulan ini dari 74,3 pada bulan Mei. Dan terakhir, penjualan rumah baru di AS naik 2,1% ke level tertinggi 5-tahun menjadi 476.000 unit.

Di samping kuatnya data ekonomi AS terbaru, sentimen pasar cenderung terbantu oleh beberapa komentar terbaru dari pembuat kebijakan Federal Reserve. Presiden Federal Reserve Bank of Dallas, Richard Fisher, pada hari Senin kemarin mengatakan bahwa dirinya mendukung pengurangan program stimulus bank sentral selama itu dilakukan secara bertahap.

Sementara Presiden Federal Reserve Bank of Minneapolis, Narayana Kocherlakota, mengatakan bahwa pasar telah salah dalam mengartikan sikap kebijakan bank sentral sebagai hawkish terhadap pengetatan kebijakan moneter. Padahal menurutnya, bank sentral masih akan menjalankan kebijakan yang akomodatif "untuk waktu yang cukup" setelah berakhirnya program pelonggaran kuantitatif. (vid)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar