Selasa, 24 Januari 2017

stock-index  Stock Index

Wall St. Menghijau Giring Bursa Asia Rally

Kamis, 11 April 2013 11:02 WIB
Dibaca 406

Monexnews - Secara umum mayoritas lantai bursa di Asia rally dan bergerak di teritori positif hari ini (Kamis, 11/4) karena kalangan investor termotivasi oleh Wall Street yang kembali berakhir ditutup tidak jauh dari kisaran tertinggi sepanjang masa di tengah pelemahan yen – Jepang yang masih berkisar di atas level 99 terhadap dollar.

Selain itu euphoria langkah agresif moneter dari Bank Sentral Jepang (BOJ) turut menaikkan harapan terhadap laporan pendapatan korporasi yang bakal membaik pada musim ini seiring pelemahan yen telah memberikan keuntungan bagi kalangan eksportir Jepang. Indeks S&P 500 dan Dow Jones pada penutupan perdagangan semalam menembus rekor intraday tertingginya sepanjang masa, melewati rekor sebelumnya yang diraih pada 11 Oktober 2007. Rebound ke dua indeks itu terutama terdongkrak oleh kenaikan tajam saham-saham berbasis teknologi.

Di lantai bursa Tokyo, indeks Nikkei kembali merangsek naik ke kisaran tertingginya dalam lima tahun terakhir sejak Juli 2008, terutama terkait langkah-langkah agresif stimulus bank sentral terus memicu permintaan terhadap saham-saham yang terkait dengan percepatan ekonomi seperti pengembang properti dan perbankan. Indeks utama Nikkei tercatat menguat 1.4% hampir ke ksiaran 13500, Sementara yen hari juga terpantau kembali kian melemah ke level 99.84 setelah akhirnya stabil di kisaran 99.45.

Sedangkan terus menerusnya ketegangan yang kian intensif dengan Korea Utara, menyebabkan indeks Kospi – Korea Selatan hari ini kembali mengalami koreksi. Namun di perdagangan lantai bursa Seoul, tadi sempat nampak sejumlah saham berlabel IT mengalami lonjakan. Saham yang rally itu diantaranya Samyung Holdings melejit 14.9% dan Tongyang Holdings yang melesat hingga 14.8%.

Sejauh ini, Korea Selatan telah meningkatkan pengawasan-nya atas Korea Utara setelah negara komunis itu menambah koleksi rudal jarak jauh dalam posisi siap untuk ditembakkan. Sementara Pyongyang juga telah mengintensifkan ancaman konflik dengan memperingatkan orang asing untuk evakuasi ke Korea Selatan. Kemudian dalam pertemuan dua hari Kelompok Delapan (G-8) di London yang dimulai hari Rabu, pihak atase pertahanan Pyongyang terus melancarkan ancaman untuk perang, sehingga hal itu menjadi agenda utama dalam rapat pertemuan tersebut.

Sementara indeks bursa Hang Seng hari ini nampak rally cukup kencang terutama karena termotivasi oleh penutupan Dow Jones yang positif serta akibat lonjakan drastis saham produsen batubara terbesar China, Shenhua Energy Co Ltd. yang melejit hingga 3.3 persen. Selain itu, rally Hang Seng juga terinspirasi setelah rilisnya data angka pinjaman China bulan Maret yang mengalami peningkatan cukup besar serta munculnya keputusan Beijing untuk memperluas reformasi pajak nasional sehingga turut mendorong sentimen Indeks utama Hang Seng (.HSI) tercatat menguat hingga 0.8% atau +175.27 poin di area kisaran 22205.83. Sedangkan Hang Seng futures tercatat +219 poin di area 22185.

Dan hari ini fokus pasar Asia masih tertuju ke negara Jepang, pasca di rilisnya kebijakan perdana yang agresif dari Gubernur Bank Sentral Jepang yang baru Haruhiko Kuroda, dimana pada Senin lalu (8/4) pihaknya membeli obligasi pemerintah Jepang (Japanese government bonds, JGB) secara masif hingga bernilai total 1.2 triliun yen ($12.3 miliar).

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar