Selasa, 22 Agustus 2017

stock-index  Stock Index

Wall St. Terpuruk Untuk Empat Sesi Beruntun

Kamis, 15 Januari 2015 4:32 WIB
Dibaca 607

Monexnews -

Bursa saham AS anjlok untuk hari keempat pada hari Rabu karena penurunan di dalam penjualan retail di AS dan pelemahan di dalam harga tembaga yang memicu kecemasan tentang pelemahan global, meskipun rebound dalam akhir-akhir jam perdagangan di sektor perusahaan energi yang membuat pasar menjauhkan diri dari level terendahnya.

Pasar ekuitas AS mengurangi pelemahannya setelah harga minyak menghapus penurunan sebesar 1.9% dan melanjutkan reli hampir 7%, sementara itu Beige Book Federal Reserve mengatakan bahwa ekonomi AS terus berekspansi pada bulan lalu.

Indeks S&P 500 turun sebesar 0.6% menjadi 2,011.36, menghapus kerugian sebesar 1.7%. Indeks patokan melemah untuk hari keempat beruntun. Indeks Dow Jones Industrial Average melemah 186.59 poin, atau 1%, menjadi 17,427.09. Perdagangan di perusahaan-perusahaan yang terdaftar di indeks S&P 500 pada hari ini bergerak di atas 39% pergerakan rata-rata 30 hari.

Saham Freeport-McMoRan Inc., produsen tembaga terbesar yang diperdagangkan ke publik, anjlok sebesar 12% seiring harga logam yang turun 4.6%. Saham JP Morgan Chase & Co.melemah 3.4% setelah  laba di kuartal keempat mereka merosot, sementara itu indeks untuk sektor perbankan merosot sekitar 10% dari level tertinggi bulan Desember. Saham Wal-Mart Stores Inc., melemah sebesar 2.8% seiring World Bank menurunkan outlook untuk ekonomi global.

“Orang-orang mulai menjadi sangat gugup karena harga komoditas yang mulai goyah dan kita tahu itu karena tingkat pertumbuhan global yang sudah diturunkan,”kata Tom Stringfellow, presiden dan kepala investasi di Frost Investment Advisors LLC di San Antonio. “AS sendiri tidak dapat mendukung dunia dan penjualan retail adalah tembakan peringatan terhadap kondisi saat ini.”

Setelah melalui tahun 2014 tanpa adanya kekalahan beruntun dalam lebih dari tiga hari, indeks S&P 500 menunju penurunan kedua dari setidaknya empat hari beruntun di 11 sesi terakhir. Indeks telah jatuh sebesar 3.9% dalam periode tersebut.

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar