Kamis, 25 Mei 2017

stock-index  Stock Index

Wall Street Flat Jelang Data Kerja AS

Rabu, 5 Februari 2014 18:50 WIB
Dibaca 348

Monexnews -

Bursa saham berjangka AS hanya sedikit berubah, setelah indeks Standard & Poor 500 rebound dari penurunan terbesar sejak bulan Juni, sebelum di rilisnya data kerja swasta.

Saham Las Vegas Sands Corp. menurun sebanyak 3.5% dalam perdagangan pre-market New York setelah dalam laporan menunjukkan pertumbuhan pendapatan kasino di Makau melambat hingga 7 persen pada bulan lalu dari setahun yang lalu. Saham Myriad Genetics Inc. reli sebanyak 18 persen setelah di naikan perkiraan laba di tahun 2014.

Bursa berjangka S&P 500 yang akan berakhir bulan Maret melemah sebanyak 0.1 persen menjadi 1,742.6 pada hari ini. Kontrak Dow Jones Industrial Average melemah sekitar 3 poin, kurangi dari 0.1 persen, di kisaran 15,355. Indeks S&P 500 melemah sebanyak 3.6 persen di bulan Januari. Itu adalah penurunan bulanan pertama sejak Agustus seiring Federal Reserve mengurangi stimulus dan mata uang negara berkembang merosot di tengah tanda-tanda melambatnya ekonomi China.

“Januari adalah bulan yang buruk untuk pasar keuangan dan untuk sepanjang tahun ini pasar pasti akan bergejolak di saat mencerna beberapa tema utama di pasar keuangan, yang termasuk di antaranya tapering Federal Reserve dan pelemahan di pasar berkembang,” kata Andreas Lipkow, analis pasar senior di Kliegel & Hafner AG di Berlin pada hari ini. “Pada saat yang sama, kita seharusnya melihat beberapa stabilisasi dalam laporan kerja AS dan itu dapat mengirim pasar ke wilayah positif.”

Laporan dari lembaga riset ADP pada pukul 20.15 wib mungkin akan menunjukkan perusahaan-perusahaan akan menerima sebanyak 185.000 pekerja baru di bulan Januari, lebih sedikit dari pertumbuhan 238.000 pada bulan sebelumnya, menurut hasil survey Bloomberg.

Laporan pihak swasta mendahului laporan dari departemen tenaga kerja yang akan di rilis pada tanggal 7 Februari. Jumlah orang yang di terima kerja akan naik menjadi 184.000 dari 74.000 di bulan Desember, menurut estimasi median dalam survey Bloomberg.

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar