Minggu, 26 Maret 2017

stock-index  Stock Index

Wall Street Reli Tajam Seiring Meredanya Ketegangan di Ukraina

Sabtu, 9 Agustus 2014 3:44 WIB
Dibaca 1557

Monexnews -

Wall Street di tutup naik tajam pada hari Jumat dan membukukan kenaikan moderat untuk tingkat mingguan seiring kembalinya risk appetite setelah adanya laporan berita yang mengatakan bahwa Rusia akhiri latihan militernya di perbatasan Ukraina.

Indeks S&P 500 di tutup naik 22.02 poin, atau 1.2%, di 1,931.59 dan berakhir menguat 0.3% untuk pekan ini. Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak sebesar 185.66 poin, atau 1.1%, di 16,553.93, itu adalah kenaikan satu hari terbesar dalam lebih dari 4 bulan. Indeks blue chip tersebut menguat 0.3% untuk sepekan ini. Sementara itu indeks Nasdaq Composite melejit sebesar 36.08 poin, atau 0.8%, menjadi 4,371.07, dan mencatat kenaikan mingguan sebesar 0.4%.

“Untuk sebagian besar, pasar cukup tangguh selama seminggu terakhir atau lebih,” kata Michael James, seorang analis ekuitas di Wedbush Securities Inc. “Indeks mampu menghalau banyak sentimen negatif dan tidak akan lebih rendah dari itu.”

Reli indeks S&P 500 menghapus penurunan dalam empat sesi terakhir. Indeks pada hari Kamis menghapus sebanyak 60 poin dari penguatan indeks sepanjang tahun 2014 seiring indeks di tutup di bawah MA 100 untuk pertama kalinya sejak April. Dow bangkit kembali setelah menyentuh harga level pergerakan 200 hari terakhir.

Indeks saham melonjak setelah RIA Novosti melaporkan bahwa Rusia berusaha meredakan esklasi konflik di Ukraina. Ekuitas memperpanjang penguatannya setelah Interfax, yang mengutip pernyataan dari Menteri Pertahanan Rusia, mengatakan bahwa latihan militer yang di adakan sejak 4 Agustus di dekat perbatasan Ukraina telah berakhir dan tentara kembali ke area penyebaran yang permanen.

Indeks S&P 500 telah turun sebanyak 3.9% dari rekor tertinggi pada tanggal 24 Juli sampai kemarin seiring Rusia mengumpulkan pasukannya di perbatasan Ukraina dan meningkatnya konflik antara Israel dan Hamas. Bursa saham berjangka melemah pada awal perdagangan seiring Presiden Barack Obama menyetujui serangan udara di Irak, dan serangan roket menandai berakhirnya gencatan senjata antara Israel dan Hamas.

 

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar