Jumat, 20 Oktober 2017

stock-index  Stock Index

Wall Street Terbebani Pelemahan Minyak

Rabu, 4 Februari 2015 22:07 WIB
Dibaca 591

Monexnews - Wall Street dibuka di zona merah mengikuti pelemahan harga minyak dan pasar berusaha mencerna berita dari China dan Yunani. Harga minyak terus bergerak turun menjelang laporan output minyak oleh Energy Information Administration (EIA) pukul 22.30 WIB. Perdagangan emas hitam kembali melemah setelah kecemasan surplus minyak kembali mengemuka setelah American Petroleum Institute melaporkan persediaan minyak meningkat di atas ekspektasi.

Bank sentral China meningkatkan stimulus moneternya dengan memotong rasio cadangan wajib (RRR), efektif hari Kamis, mengikuti pelonggaran moneter beberapa bank sentral dunia. Usaha meningkatkan perekonomian menjadi pegangan People Bank of China dalam keputusan ini. Kebijakan ini akan memungkinkan kreditur untuk menyimpan deposit dengan jumlah lebih rendah sekaligus meningkatkan jumlah uang beredar. Sementara itu, pasar masih menunggu hasil pertemuan antara Menteri Keuangan Yunani dengan presiden European Central Bank, Mario Draghi. "Kita masih belum mendapatkan sinyal yang jelas terkait Yunani. Stimulus China cukup positif," tutur Art Hogan, analis di Wunderlich Securities.

Saham Ralph Lauren turun 12% setelah melaporkan earnings yang jatuh 9,2% karena penguatan Dollar, saham perusahaan bioteknologi Gilead Sciences turun 8,5%, dan perusahaan ritel Staples turun 8,5%. Sementara zona hijau diwakili saham perusahaan manufaktur JM Smuckers yang naik 7,1% dan Walt Disney yang naik 6,3%.

Indeks Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq dibuka melemah, masing-masing 0,34%, 0,36%, dan 0,48%. (YS)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar