Kamis, 19 Oktober 2017

stock-index  Stock Index

Wall Street Tergelincir, S&P 500 Menjauh Dari Rekor Tinggi

Rabu, 11 Desember 2013 6:30 WIB
Dibaca 360

Monexnews - Bursa saham AS melemah pada hari Selasa, dengan S&P 500 menjauh dari rekor tinggi penutupan, seiring investor mempertimbangkan waktu pemangkasan stimulus moneter oleh Federal Reserve dan memantau negosiasi anggaran di Capitol Hill. “Seiring kita mendekati musim liburan, investor mempertanyakan mengapa mereka membeli saham secara agresif. Pelemahan ini adalah kombinasi dari nilai saham yang terlalu tinggi dan ketidakpastian mengenai masalah anggaran,” ucap Bruce McCain, kepala strategis investasi pada Key Private Bank di Cleveland. S&P 500 telah melejit lebih dari 26% tahun ini, dan dipercayai oleh banyak analis termasuk McCain akan melambat di tahun 2014.

Dana terus mengalir dari pasar obligasi menuju bursa saham, dengan tema yang sama yaitu membaiknya perekonomian secara bertahap yang menguatkan trend, ucap McCain. "Biasanya, ada yang membeli dan menjual. Selama bursa saham terus membaik, saya tidak yakin ada alternative lain yang sebagus bursa saham," tambahnya.

Dow Jones Industrial Average turun, dengan 22 dari 30 komponennya ditutup di area negative, dipimpin oleh Microsoft. S&P 500 juga tergelincir dengan sektor konsumen dan alat-alat yang berperforma paling buruk diantara 10 sektor utamanya. Nasdaq ditutup melemah, setelah sempat naik turun di dekat flatline.

Pasar nampaknya mengabaikan dampak disetujuinya Volcker Rule pada hari Selasa. "Saya tidak terlalu yakin bahwa investor fokus akan hal tersebut. Pertanyaan yang lebih besar adalah apakah akan terjadi tapering," tambah McCain mengenai debat tentang pembelian asset the Fed. Dan juga, Wall Street Nampak mengabaikan data dari Bureau of Labor Statistics oleh Departemen Perdagangan, yang melaporkan pembukaan lapangan kerja baru di bulan Oktober naik hingga 3.93 juta pekerjaan, naik tipis dari bulan sebelumnya. Laporan ini disebut-sebut sebagai favorit dari Janet Yellen, nominasi gubernur the Fed menggantikan Ben Bernanke saat masa jabatannya berakhir bulan depan.

The Fed juga akan menantikan hasil dari negosiasi anggaran, seiring pemerintah memiliki batas waktu hingga hari Jumat untuk mencapai kesepakatan untuk mengurangi pemangkasan belanja secara otomatis dan mengakhiri dikusi fiscal yang gagal selama 3 tahun berturut-turut. Tidak mudah untuk memprediksi langkah dari bank sentral, seperti yang terjadi di bulan September, saat Federal Reserve memilih untuk tidak memulai pemangkasan pembelian obligasi bulanan senilai 85 milyar dollar. Namun, Federal Reserve nampkanya dapat memulai pemangkasan tersebut pada pertemuan the Fed pekan depan.

"Seiring kita semua terus berdebat mengenai kapan the Fed akan memangkas program pembelian asetnya, kita mendapat pesan yang lebih jelas dari pasar obligasi yang berisi ‘waktunya sudah dekat’,” menurut Peter Boockvar, kepala analis pasar pada Lindsey Group, terkait kenaikan pada yield obligasi 10 tahunan yang berada di kisaran 2.812%.

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar