Rabu, 29 Maret 2017

breaking-news Indeks Kepercayaan Konsumen AS melonjak ke 125.6 di bulan Maret, melampaui estimasi 114.0

stock-index  Stock Index

Wall Street Terpuruk Seiring Meningkatnya Ketegangan di Ukraina

Kamis, 27 Maret 2014 3:25 WIB
Dibaca 659

Monexnews - Bursa saham AS melemah pada hari Rabu, dengan indeks utama gagal mencetak gain selama 2 hari berturut-turut, setelah Persiden Barack Obama memperingatkan mengenai langkah Rusia di Ukraina. "Pernyataan oleh Presiden Obama yang meminta pengetatan sanksi terhadap Rusia membuat bursa saham menghapus penguatan dan berbalik turun,” ucap Mark Luschini, kepala strategis investasi pada Janney Montgomery Scott. Ukraina dan International Monetary Fund menggelar diskusi mengenai bailout pada hari Rabu seiring Amerika Serikat dan aliansinya di Eropa memperingatkan bahwa mereka mungkin akan mengambil langkah lanjutan jika Rusia memperparah krisis pasca mengambilalih Crimea. Beribicara di Brussels, Obama mengatakan bahwa tindakan dari Rusia harus dikutuk. 

"Ketegangan geopolitik masih ada, mengingat hal tersebut kapanpun ada kejutan baru maka itu cukup menjadi alasan investor untuk rehat, terutama saat nilai bursa saham AS sedang tinggi, sehingga berita yang kurang bagus akam membingungkan pelaku pasar," ucap Luschini. "Data pesanan barang tahan lama cukup bagus pada luarnya, namun data jeroannya lemah," tambah Luschini.

Saham milik Facebook anjlok setelah mengakuisisi Oculus VR, produsen headset virtual-reality. Sementara saham milik King Digital Entertainment melemah pada hari pertama IPO-nya, dengan saham produsen game mobile "Candy Crush" dihargai pada $22.50 di hari Selasa pasca penutupan. Pasca melonjak sebanyak 98 poin, Dow akhirnya harus ditutup turun sebanyak 0.6%, dengan JPMorgan Chase memimpin penurunan yangmeliputi 23 dari 30 komponen. S&P 500 turun sebanyak 0.6%, dengan saham sektor material dan teknologi turun paling tajam. Sementara Nasdaq turun sebanyak 1.3%

Setelah penutupan, Federal Reserve akan merilis hasil stress test tahunan terhadap 30 bank terbesar, dengan the Fed diperkirakan akan mensinyalkan apakah institusi termasuk Citigroup dan Bank of America dapat melanjutkan dengan permintaan dividen dan buyback sahamnya. “banyak orang memperkirakan adanya pembayaran dalam jumlah besar dari Bank of America dan Citi," ucap Howard Silverblatt, analis indeks senior pada S&P Dow Jones Indices.

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar