Rabu, 18 Januari 2017

breaking-news PM Inggris Theresa May: Pemerintah Akan Ajukan Kesepakatan Brexit Baru Untuk Voting Parlemen

stock-index Stock Index

Yen Masih Topang Kinerja Nikkei

Selasa, 20 Januari 2015 7:44 WIB
Dibaca 419

Monexnews - Nikkei menguat setelah berlanjutnya pelemahan yen menjaga optimisme investor terhadap outlook pendapatan eksportir Jepang. USDJPY kini diperdagangkan di level 117.80; menjauhi level  terkuat 4 minggu 115.85 yang diraih akhir pekan silam. Jika pelemahan yen dapat berlanjut maka ini dapat membantu memperbaiki daya saing eksportir Jepang di pasar internasional. Nikkei futures naik 1,03% dan kini diperdagangkan di level 17200.

Sentimen eksternal cukup positif seiring merebaknya harapan bahwa bank sentral di berbagai negara maju akan berupaya untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dunia. Pekan lalu, bank sentral Swiss telah memberlakukan suku bunga negatif dan kebijakan ini juga diikuti oleh bank sentral Denmark yang kemarin juga menurunkan suku bunga depositonya menjadi -0,2%. Pasar juga berharap BoJ akan berikan sinyal pelonggaran moneter lebih lanjut ketika merampungkan pertemuan besok dan ECB akan meluncurkan kebijakan QE ketika mengakhiri pertemuan pada 22 Januari. 

Sektor energi dan industri terkait lainnya akan kembali mendapatkan perhatian seiring harga minyak dunia terlihat kesulitan melanjutkan momentum pemulihannya kemarin. Harga minyak dunia kini diperdagangkan di level $47.84; tidak begitu jauh dari level rendah 5 tahun $44.18 yang diraih 13 Januari silam. Investor cukup khawatir tajamnya penurunan harga minyak dalam 6 bulan terakhir akan menggerogoti outlook pendapatan perusahaan yang bergerak di sektor energi dan industri terkait lainnya.

Dari sektor korporasi, saham Fujitsu rally 2,8% seiring beredarnya laporan bahwa Senior Vice President Tatsuya Tanaka akan menjadi Presiden; Tanaka digambarkan sebagai seorang negosiator yang senang bertemu dengan kliennya. Saham Daicel menguat 2,4% setelah Nikkei melaporkan perusahaan akan diuntungkan oleh penarikan kantung udara masal oleh pesaingnya Takata. Saham Itochu turun 1,3% pasca beredarnya laporan bahwa perusahaan dan mitranya di Thailand akan investasikan $8,5 miliar di perusahaan Cina Citic Group. (fr)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar