Rabu, 22 November 2017

CPO: Kontraksi Harga Memperkuat Sinyal Bearish

Jumat, 1 Maret 2013 9:59 WIB
Dibaca 23

Monexnews - Kontrak minyak sawit Malaysia turun ke rendahnya untuk lebih dari 6 pekan, melanjutkan kejatuhan ke dalam 7 pekan berturut-turut terkait data ekspor dan membaiknya cuaca di Amerika Latin.

kejatuhan harga juga disebabkan oleh anggaran nasional India yang masih belum memutuskan adanya kenaikan tarif impor. India yang merupakan konsumen minyak sayuran terbesar dunia, masih belum menaikkan tarif pajak impor yang diterapkan bulan Januari untuk memangkas pembelian dari Malaysia dan Indonesia, sebuah langkag yang mungkin akan memukul permintaan lebih jauh.

Melemahnya permintaan minyak sawit Malaysia selama bulan Februari, yang turun sebanyak 9.1% ke 1.33 juta ton dari sebelumnya 1.46 juta ton di bulan Januari, masih membebani harga di pasar.

Secara teknikal, pergerakan CPO masih terpantau melemah. Hal ini terlihat dari pergerakan GMMA, yang diwakili oleh EMA-Jangka Pendek (garis merah) yang bergerak melintasi pergerakan EMA-Jangka Panjang (garis biru), memberikan indikasi bahwa tren penurunan masih akan terus berlangsung di sepanjang hari ini. Sementara MACD sendiri terlihat terkoreksi, dengan indikator harga yang terpantau berupaya untuk melanjutkan gerakan turun kebawah area nol (0). Stochastics sendiri bergerak turun dibawah area 20.

Apabila harga terkoreksi, maka kisaran support akan tercatat di RM2357 (Fibo 38.2%), RM2329 (Fibo 23.6%) dan RM2283 (Fibo 0%). Sedangkan apabila harga rebound, maka kisaran resistance akan tercatat di RM2423 (Fibo 72.8%) dan RM2475 (Fibo 100%).

(Ariana Nur Akbar)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar

Setiyo. w 1 Maret 2013
kalau bisa kasih harga dolarnya dunk...Thanks