Sabtu, 21 Oktober 2017

Emas Tertekan Di Bawah 1565

Kamis, 11 April 2013 10:08 WIB
Dibaca 141

Monexnews - Rilisan notulen rapat kebijakan moneter yang diselenggarakan bulan Maret lalu memperlihatkan bahwa lebih banyak para pejabat Fed yang mempertanyakan keefektifan pelonggaran kuantitatif (QE). Hal ini membuat para analis dan pelaku pasar melihat kemungkinan pelambatan atau penghentian QE akan dilakukan dalam waktu yang lebih cepat. Ini yang membuat dollar AS mengalami penguatan dan akhirnya menekan harga emas.

Isu penjualan emas negara Siprus untuk mendapatkan dana bailout sebesar 400 juta euro juga menekan harga emas.

Selain itu, indeks saham Dow Jones dan S&P yang mencetak level tertinggi baru kemarin, juga membuat harga emas tertekan karena disinyalir terjadi peralihan portofolio dari emas ke saham.

Kalau dilihat dari formasi harga pada grafik mingguan, tampak harga emas masih berusaha untuk menekan ke area support penting di level 1520 an dan masih berada dalam area bearish trend channel. Ini mengindikasikan tekanan penurunan masih belum hilang dari pergerakan harga emas.

Dan pada timeframe yang lebih kecil yakni pda grafik 4 jam, momentum penurunan dari pergerakan semalam masih berpotensi untuk menekan harga emas hari ini dengan potensi penurunan paling tidak menguji kembali level terendah hari ini di 1553, lalu support selanjutnya di 1548 dan 1539.

Namun kita juga tidak bisa menghilangkan peluang rebound. Harga emas biasanya mendapatkan tenaga untuk rebound setelah mengalami tekanan cukup dalam. Potensi rebound hari ini ke level 1565 (fibonacci retracement 38.2% dari 1553-1589). Di atas level itu, harga emas baru bisa kembali ke level 1576.

(Ariston Tjendra)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar