Sabtu, 18 November 2017

Emas Berpotensi Tetap Tertekan Di Bawah 1285

Rabu, 7 Agustus 2013 11:43 WIB
Dibaca 201

Monexnews - Harga emas kembali mendapat tekanan turun akibat pernyataan dua presiden bank sentral AS, Charles Evans dan Dennis Lockhart yang mengatakan bahwa pengurangan stimulus mungkin akan dilakukan pada bulan September. Namun bila data-data pertumbuhan ekonomi AS tidak sesuai dengan perkiraan Fed, jadwal pengurangan stimulus bisa diundur.

Tekanan juga datang dari mengecilnya defisit neraca perdagangan AS dibandingkan perkiraan analis, -$34,2 milyar vs -$43,1 milyar. Penurunan defisit neraca perdagangan AS tersebut biasanya menguatkan nilai tukar dollar AS dan berimbas pada tekanan turun harga emas.

Harga emas masih mendapatkan momentum penurunan. Bila harga masih berada di bawah resisten $1285 per troy ons, harga masih cenderung tertekan dengan potensi target kembali ke area 1273 atau bahkan ke area 1268. Sementara potensi penguatan hari ini terbuka bila harga berhasil melampaui resisten 1285 dengan potensi target ke area 1290-an.

Hari ini beberapa data ekonomi dari kawasan  Eropa yakni Inggris dan Jerman bisa menjadi market mover yang menggerakan dollar AS dan berimbas pada harga emas, yaitu laporan inflasi bank sentral Inggris dan penjelasan dari Gubernur Bank Sentral Inggris Mark Carney terkait inflasi, ekonomi dan moneter serta data produksi industri dari Jerman.

Sementara malam harinya, pasar harus mewaspadai pernyataan dari dua presiden bank sentral AS, Charles Plosser dan Sandra Pianalto yang akan berbicara mengenai kondisi ekonomi dan moneter. Dukungan pengurangan stimulus dalam waktu dekat oleh kedua petinggi Fed ini bisa menekan turun harga emas kembali.

(Ariston Tjendra)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar