Selasa, 21 November 2017

Sentimen Palm Oil Masih Bullish

Kamis, 21 November 2013 10:14 WIB
Dibaca 26

Monexnews - Pada grafik harian, turunnya indikator MACD, Stochastic, dan pola double-top dapat menyediakan tekanan penurunan untuk menguji batas bawah channel bullish. Waspadai level penutupan harian di bawah channel bullish (RM2550) karena dapat memicu kejatuhan yang lebih dalam. Penurunan masih bersifat profit-taking mengingat sentimen bullish masih ada seiring palm oil masih diperdagangkan di atas Moving Average (MA) 50-100-200 dan di dalam channel bullish.

Dari sisi fundamental, musim hujan di Malaysia dan Indonesia untuk periode November-Januari dapat menganggu produksi palm oil. Keputusan Malaysia untuk menaikan pajak ekspor palm oil mulai Desember juga dapat meningkatkan ekspor sebelum kenaikan pajak berlaku. Lemahnya nilai tukar Rupiah Indonesia dan Ringgit Malaysia juga dapat memberikan harapan akan membaiknya outlook ekspor dari kedua negara produsen palm oil terbesar di dunia tersebut. Ini masih dapat menjadi sentimen positif bagi palm oil. Meski demikian, sentimen cukup rapuh setelah hasil FOMC meeting minutes sinyalkan potensi pengurangan stimulus moneter Federal Reserve dalam waktu dekat.

Outlook palm oil masih bullish, dimana posisi long lebih sesuai dengan stop-loss  RM2540. RM2620 dan RM2632 (harga tertinggi 15 dan 1 November) adalah resisten. RM2545 dan RM2525 (harga terendah 6 dan 7 November) merupakan support.

Resistance Level : RM2620, RM2632, RM2650

Support Level     : RM2545, RM2525, RM2506

(Zulfirman Basir)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar