Minggu, 22 Oktober 2017

Kospi Menguat , Terbatas Data China PMI Yang Buruk

Senin, 24 Maret 2014 11:08 WIB
Dibaca 31

Monexnews - Kospi dibuka gap up pada hari Senin, lalu berlanjut naik mendekati high minggu lalu pada 254.30. tetapi kembali turun setelah terpukul data PMI Chhina yang lebih buruk daripada data sebelumnya, memicu kekuatiran perlambatan pertumbuhan ekonomi.

Bursa Asia melemah pada awal hari Senin setelah data China HSBC flash PMI Maret turun ke level terendah dalam 8 bulan terakhir. Hasil yang dilaporkan sebesar 48.1, turun dari hasil Febuari pada 48.5.

Secara keseluruhan risk appetite tertekan seiring ketegangan geopolitik berlanjut bertahan setelah komandan militer puncak NATO berkata pada hari Minggu bahwa Rusia telah menempatkan pasukan “yang cukup besar” pada perbatasan mereka dengan Ukraina, dan Moskow mungkin memiliki daerah lain di bekas negara Soviet, Moldova, setelah menyerap Crimea kedalam Rusia.

Para pelaku pasar melakukan aksi beli dollar dengan cepat pada minggu lalu setelah resiko peningkatan suku bunga US pada awal tahun 2015 setelah kepala Fed Janet Yellen mengejutkan pasar dengan meningkatkan peluang kebijakan tersebut.

Pasar mata uang juga masih menantikan pertemuan darurat antara para pemimpin G7 yang dijadwalkan akan berlangsung di Hague, dimana G7 mungkin akan mendiskusikan bagaimanan memberikan tekanan lebih jauh kepada Rusia dan akibat potensial nya.

Trend Sideway.

Res      : 254.30 – 255.55 – 256.30

Sup      : 251.65 – 251.00 – 250.25

(andian)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar