Minggu, 22 Oktober 2017

Sentimen Minyak Masih Bearish

Selasa, 19 Agustus 2014 10:50 WIB
Dibaca 31

Monexnews - Pada grafik harian, turunnya indikator MACD, masih diperdagangkannya minyak di bawah MA 50-100-200 harian dan di dalam channel bearish bisa sinyalkan minyak dapat kembali alami tekanan penurunan. Meski demikian, minyak perlu mencatatkan level penutupan harian yang semakin rendah setiap harinya untuk menambah tekanan penurunan; dimana kegagalan dapat memicu aksi bargain-hunting pasca tajamnya kejatuhan belakangan. Waspadai aksi bargain-hunting terutama dengan indikator Stochastic yang berada di area oversold.

Dari sisi fundamental, meredanya resiko geo-politik di negara produsen minyak dan Timur Tengah dapat mengurangi kekhawatiran atas potensi terganggunya supplai minyak dunia. Pasukan Kurdi Irak berhasil mengambil alih bendungan Mosul dari kendali militan ISIS. Israel dan Palestina memperpanjang gencatan senjata untuk 24 jam seiring kedua belah pihak masih berupaya menemukan solusi demi akhiri perang Gaza. Pertemuan Rusia dengan Ukraina di Berlin cukup redakan potensi konflik meski Ukraina menuding separatis pro-Rusia luncurkan roket yang menewaskan puluhan orang dekat kota Luhansk. Sementara itu, Libya juga utarakan optimisme akan dapat naiknya output minyak anggota OPEC tersebut. Ini mungkin masih dapat berikan sentimen negatif untuk minyak.

Outlook minyak cukup bearish, dimana minyak mungkin dapat melemah dengan target penurunan $91.25 dan stop-loss $95.40. Minyak WTI mungkin akan diperdagangkan di kisaran $92.70 hingga $95.25 untuk hari ini.

Resistance Level : $95.25, $96.55, $98.65

Support Level     : $92.70, $91.25, $90.00

(Zulfirman Basir)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar