Sabtu, 21 Oktober 2017

Minyak Masih Di Channel Bearish

Rabu, 20 Agustus 2014 10:31 WIB
Dibaca 48

Monexnews - Pada grafik harian, turunnya indikator MACD, masih diperdagangkannya minyak di bawah MA 50-100-200 harian dan di dalam channel bearish bisa sinyalkan minyak dapat kembali alami tekanan penurunan. Meski demikian, minyak perlu mencatatkan level penutupan harian yang semakin rendah setiap harinya untuk menambah tekanan penurunan; dimana kegagalan dapat memicu aksi bargain-hunting pasca tajamnya kejatuhan belakangan. Waspadai aksi bargain-hunting terutama dengan indikator Stochastic yang berada di area oversold.

Dari sisi fundamental, meredanya resiko geo-politik di negara produsen minyak dan Timur Tengah dapat mengurangi kekhawatiran atas potensi terganggunya supplai minyak dunia. Pasukan Kurdi Irak terus berusaha mendesar mundur militan ISIS di wilayah utara Irak. Kurdi juga utarakan dapat menaikan output minyak 2x lipat pada akhir bulan Agustus. Sementara itu, OPEC menyatakan tidak begitu cemas dengan kejatuhan harga minyak belakangan. Ini mungkin masih dapat berikan sentimen negatif untuk minyak.

Investor juga terlihat waspada menanti laporan cadangan minyak AS nanti malam yang dapat memberikan gambaran akan kondisi supplai. Investor juga menantikan publikasi minutes FOMC pada Kamis dini hari yang dapat turut mempengaruhi sentimen pasar.

Outlook minyak cukup bearish, dimana minyak mungkin dapat melemah dengan target penurunan $91.25 dan stop-loss $94.05. Minyak WTI mungkin akan diperdagangkan di kisaran $91.25 hingga $93.95 untuk hari ini.

Resistance Level : $93.95, $95.25, $96.55

Support Level     : $91.25, $90.00, $88.50

(Zulfirman Basir)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar