Minggu, 19 November 2017

Minyak Masih Bearish

Senin, 13 Oktober 2014 12:23 WIB
Dibaca 59

Monexnews - Pada grafik harian, turunnya indikator MACD dapat memberikan tekanan penurunan bagi minyak. Sentimen masih bearish dengan minyak yang masih diperdagangkan di bawah MA 50-100-200 harian. Namun, minyak perlu mencatatkan level penutupan harian yang semakin rendah setiap harinya untuk menambah tekanan penurunan; dimana kegagalan dapat memicu aksi bargain-hunting terutama dengan indikator Stochastic yang berada di area oversold.

Dari sisi fundamental, investor masih cemaskan melimpahnya supplai minyak di pasar. Laporan terakhir menunjukan produksi minyak OPEC bertambah sebanyak 402.000 barel per hari menjadi 30,47 juta untuk bulan September. Beredarnya laporan bahwa Arab Saudi dan Kuwait masih dapat mentolerir kejatuhan harga minyak lebih lanjut juga turut meredupkan harapan akan adanya tindakan dari OPEC untuk mencegah keterpurukan harga. Penarikan pasukan Rusia dari wilayah perbatasan Ukraina juga meredakan kekhawatiran akan potensi terganggunya supplai gas Rusia ke Eropa menjelang musim dingin. Ini dapat memberikan sentimen negatif untuk minyak.

Meski demikian, data Cina yang dirilis pagi ini mungkin dapat memberikan harapan masih akan terjaganya permintaan minyak dari Cina. Impor minyak Cina naik 9,5% menjadi 27,58 juta ton untuk bulan September dari publikasi Agustus sebesar 25,19juta ton.

Outlook minyak masih bearish, dimana minyak dapat alami pelemahan dengan target penurunan $79.70 dan stop-loss $85.60. Minyak WTI mungkin akan diperdagangkan di kisaran $82.00 hingga $85.45 untuk hari ini.

Resistance Level : $85.45, $86.80, $87.90

Support Level     : $83.50, $82.00, $80.80

(Zulfirman Basir)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar