Kamis, 23 November 2017

Palm Oil Masih Di Dalam Rectangle

Selasa, 14 Oktober 2014 11:19 WIB
Dibaca 22

Monexnews - Pada grafik harian, mulai turunnya indikator MACD, Stochastic, dan RSI dapat sinyalkan adanya tekanan penurunan bagi palm oil. Namun, palm oil mungkin akan bergerak sideways di kisaran RM2135 - RM2225 untuk sementara waktu seiring harga terperangkap di dalam pola rectangle dan di antara MA 50 harian dan MA 200 harian.

Dari sisi fundamental, pemangkasan biaya pinjaman perbankan Cina untuk kontrak repo bertenor 14 hari sebesar 10 bps telah memberikan harapan akan terjaganya momentum pertumbuhan ekonomi Cina. Bank sentral Cina (PBoC) telah menyalurkan dana jangka pendek senilai 20 miliar yuan dengan biaya pinjaman 3,4%; lebih rendah dari lelang serupa sebelumnya pada 9 Oktober dimana biaya pinjaman sebesar 3,5%. Ini dapat turut memberikan sentimen positif mengingat Cina merupakan konsumen palm oil terbesar No.2 di dunia tersebut.

Perpanjangan penghapusan pajak ekspor palm oil Malaysia hingga penutupan tahun 2014 dan pelemahan Ringgit Malaysia mungkin dapat memberikan harapan akan membaiknya ekspor palm oil dari negara produsen palm oil terbesar No.2 di dunia tersebut.

Meski demikian, investor masih cemas dengan melimpahnya supplai produk pertanian dunia terutama kedelai yang merupakan produk substitusi untuk palm oil. Berlanjutnya penurunan harga minyak dunia juga dapat turut menggerogoti minat palm oil sebagai bio-diesel.

Outlook palm oil kini menjadi netral, namun palm oil dapat menguat terbatas dengan target kenaikan RM2225 dan stop-loss RM2125. Palm oil mungkin akan diperdagangkan di kisaran RM2150 hingga RM2195 untuk hari ini.

Resistance Level : RM2195, RM2210, RM2225

Support Level     : RM2150, RM2135, RM2110

(Zulfirman Basir)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar