Minggu, 22 Oktober 2017

Minyak Masih Bearish

Kamis, 16 Oktober 2014 10:38 WIB
Dibaca 67

Monexnews - Pada grafik harian, turunnya indikator MACD dapat memberikan tekanan penurunan bagi minyak. Sentimen masih bearish dengan minyak yang masih diperdagangkan di bawah MA 50-100-200 harian. Namun, minyak perlu mencatatkan level penutupan harian yang semakin rendah setiap harinya untuk menambah tekanan penurunan; dimana kegagalan dapat memicu aksi bargain-hunting terutama dengan indikator Stochastic yang berada di area oversold.

Dari sisi fundamental, investor masih cemaskan melimpahnya supplai minyak di pasar terutama dengan OPEC yang berikan sinyal akan mentolerir kejatuhan harga minyak lebih lanjut. Arab Saudi dikabarkan masih bisa mentoleransi kejatuhan harga minyak hingga $80. Kuwait utarakan $75 akan menjadi batas bawah. Kuwait dan Aljazair utarakan tidak akan memangkas produksi minyaknya. Iran sinyalkan kesanggupan untuk menghadapi harga minyak yang lebih rendah.

Investor juga cemaskan outlook permintaan minyak dunia seiring bertambahnya bukti akan ancaman perlambatan ekonomi global. Data AS semalam yang menunjukan turunnya penjualan ritel dan berkurangnya aktivitas sektor manufaktur New York, serta bertambahnya kasus ebola membuat investor juga cemas dengan pemulihan ekonomi Paman Sam, konsumen minyak terbesar dunia. Ini dapat memberikan sentimen negatif untuk minyak.

Outlook minyak masih bearish, dimana minyak dapat alami pelemahan dengan target penurunan $78.80 dan stop-loss $82.00. Minyak WTI mungkin akan diperdagangkan di kisaran $78.00 hingga $81.90 untuk hari ini.

Resistance Level : $81.90, $83.60, $85.00

Support Level     : $80.00, $78.80, $77.00

(Zulfirman Basir)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar