Minggu, 19 November 2017

Minyak Masih Bearish

Kamis, 11 Desember 2014 9:59 WIB
Dibaca 68

Monexnews - Pada grafik harian, turunnya indikator MACD dapat menyediakan tekanan penurunan bagi minyak. Sentimen cukup bearish dengan minyak yang masih diperdagangkan di bawah MA 50-100-200 harian dan di dalam bearish channel. Namun, minyak perlu mencatatkan level penutupan harian di bawah MA 200 bulanan ($59.90) untuk menambah tekanan penurunan. Kegagalan mengatasi MA 200 bulanan dapat mendorong aksi bargain-hunting terutama dengan indikator Stochastic yang berada di area oversold.

Dari sisi fundamental, investor masih cemas dengan melimpahnya supplai di pasar setelah OPEC tetap mempertahankan kuota produksinya. Kecemasan juga diperburuk oleh komentar menteri perminyakan Arab Saudi Ali al-Naimi yang sinyalkan eksportir minyak utama dunia tersebut tidak mempertimbangkan untuk memangkas produksi minyaknya. Kuwait bahkan mengikuti langkah Arab Saudi dan Irak yang memangkas harga jual minyaknya untuk konsumen Asia. Laporan EIA semalam juga menunjukan stock minyak di AS bertambah sebanyak 1,5 juta barel untuk minggu yang berakhir pada 5 Desember silam. Ini mungkin dapat menjaga sentimen negatif terhadap minyak.

Meski demikian, mulai masuknya musim dingin di berbagai negara sepertinya dapat memberikan harapan akan terjaganya outlook permintaan. Permintaan minyak cenderung meningkat ketika dunia mengalami musim dingin yang jatuh pada periode Desember - Februari.

Outlook minyak masih bearish, dimana minyak dapat alami pelemahan dengan target penurunan $60.00 dan stop-loss $62.35. Minyak WTI mungkin akan diperdagangkan di kisaran $59.90 hingga $62.25 untuk hari ini.

Resistance Level : $62.25, $63.70, $65.00

Support Level     : $59.90, $58.50, $57.00

(Zulfirman Basir)

 

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar