Selasa, 17 Oktober 2017

KOSPI Bertahan Dengan Tekanan Pelemahan Pasar Global

Rabu, 17 Desember 2014 11:07 WIB
Dibaca 16

Monexnews -

KOSPI dibuka gap up pada hari Rabu, walau kembali bergerak melemah dengan sentimen pelemahan ekuitas global masih berlanjut. Tetapi pelemahan Kospi masih bertahan diatas low Senin lalu, yang mencatat 241.70.

Ketenangan terbentuk pada pasar Asia pada hari Rabu seiring mencuatnya krisis finansial di Rusia dan pelemahan harga minyak menyebabkan investor bergegas mencari aman dengan keluar dari suart-surat berharga ternama.

Pertaruhan menjadi makin besar dengan pertemuan terakhir Federal Reserve US dalam tahun ini yang akan diumumkan malam nanti sangat ditunggu, apakah Fed akan meninggalkan janji untuk menjaga tingkat suku bunga tetap rendah “untuk jangka waktu yang diperlukan” yang bisa dipandang sebagai langkah menaikan tingkat suku bunga, walaupun pertumbuhan di seluruh dunia tersendat-sendat dan penurunan harga komoditas menambahkan bahaya disinflasi.

Penyebab pelemahan terbaru adalah resiko finansial yang menyebar dari Rusia dimana mereka melakukan peningkatan suku bunga darurat, tetapi gagal menahan laju pelemahan nilai tukar Rouble mencatat low baru. Pelemahan terpicu setelah isu pemerintah Rusia akan melakukan kebijakan Capital Control dalam beberapa hari kedepan.

Pelemahan harga minyak dunia saat ini memberikan efek yang berlawanan, dari segi positif harga minyak mentah yg rendah akan mengurangi beban konsumen dan diekspektasikan akan meningkatkan perbelanjaan hingga 0.4% dalam tahun depan. Tetapi dari segi negatif dapat memicu disinflasi di seluruh dunia dimana persediaan barang sudah melebihi permintaan.

Data dari inggris menunjukan inflasi bulan November sudah sangat rendah sejak 12 tahun terakhir, memicu tekanan bagi BOE untuk tidak menaikan tingkat suku bunga-nya secepatnya.

Fed masih nampak bersiap untuk menaikan fed rate pada pertengahan 2015. Tetapi dengan inflasi masih dibawah target 2% dan sangat mungkin makin turun seiring pelemahan harga crude, para investor bertaruh bahwa kenaikan suku bunga hanya akan memicu dorongan disinflasi lebih cepat pada ekonomi.

Trend Bearish.

Res : 244.35 - 244.80 - 245.75
Sup : 242.70 - 241.70 - 240.75

(andian)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar