Sabtu, 18 November 2017

Minyak Masih Dapat Alami Tekanan Penurunan

Selasa, 6 Januari 2015 10:16 WIB
Dibaca 88

Monexnews - Pada grafik harian, masih diperdagangkannya minyak di dalam bearish channel dan di bawah MA 50-100-200 harian dapat isyaratkan masih adanya tekanan penurunan. Namun, minyak perlu mencatatkan level penutupan harian yang semakin rendah setiap harinya untuk menambah tekanan penurunan; dimana kegagalan dapat mendorong aksi bargain-hunting terutama dengan indikator Stochastic yang berada di area oversold.

Dari sisi fundamental, investor masih cemas dengan outlook melimpahnya supplai di tengah rapuhnya prospek permintaan minyak dunia. Kecemasan diperburuk oleh kebijakan Arab Saudi yang kembali menurunkan harga jual minyaknya untuk konsumen AS dan Eropa. Pasar juga khawatir dengan ekspor minyak Libya setelah kapal tanker yang berlabuh di pelabuhan Derna terkena serangan roket. Ini mungkin dapat menjaga sentimen negatif untuk minyak.

Meski demikian, masih berlangsungnya musim dingin diharapkan dapat menjaga prospek permintaan energi. Permintaan minyak diprediksi meningkat di musim dingin yang jatuh pada bulan Desember hingga Maret. Data Cina pagi ini yang menunjukan kenaikan aktivitas sektor jasa juga dapat meredakan kekhawatiran investor atas outlook perekonomian konsumen minyak terbesar No.2 di dunia tersebut.

Outlook minyak masih bearish, dimana minyak dapat alami pelemahan dengan target penurunan $48.30 dan stop-loss $51.55. Minyak WTI mungkin akan diperdagangkan di kisaran $48.20 hingga $51.40 untuk hari ini.

Resistance Level : $51.40, $52.60, $54.00

Support Level     : $49.65, $48.20, $46.70

(Zulfirman Basir)

 

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar