Kamis, 23 November 2017

Sentimen Minyak Bearish

Rabu, 7 Januari 2015 10:18 WIB
Dibaca 99

Monexnews - Pada grafik harian, turunnya indikator MACD dapat menyediakan tekanan penurunan bagi minyak. Sentimen masih bearish dengan minyak yang diperdagangkan di dalam bearish channel dan di bawah MA 50-100-200 harian. Namun, minyak perlu mencatatkan level penutupan harian yang semakin rendah setiap harinya untuk menambah tekanan penurunan; dimana kegagalan dapat mendorong aksi bargain-hunting terutama dengan indikator Stochastic yang berada di area oversold.

Dari sisi fundamental, investor masih cemas dengan outlook melimpahnya supplai di tengah rapuhnya prospek permintaan minyak dunia. Kecemasan diperburuk oleh pernyataan Raja Abdullah bahwa Arab Saudi akan mengatasi tantangan yang ditimbulkan oleh rendahnya harga minyak. Ini sinyalkan bahwa Arab Saudi belum akan memangkas produksi minyaknya. Di lain pihak, pembicaraan Irak dengan Rusia untuk mengurangi produksi minyak berakhir dengan tanpa adanya kesimpulan, menurut menteri perminyakan Irak Bijan Namdar Zanganeh. Ini mungkin dapat menjaga sentimen negatif untuk minyak.

Meski demikian, masih berlangsungnya musim dingin diharapkan dapat menjaga prospek permintaan energi. Permintaan minyak diprediksi meningkat di musim dingin yang jatuh pada bulan Desember hingga Maret.

Outlook minyak masih bearish, dimana minyak dapat alami pelemahan dengan target penurunan $45.30 dan stop-loss $49.80. Minyak WTI mungkin akan diperdagangkan di kisaran $45.30 hingga $49.65 untuk hari ini.

Resistance Level : $49.65, $51.00, $52.60

Support Level     : $46.70, $45.30, $44.00

(Zulfirman Basir)

 

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar