Senin, 20 November 2017

Minyak Masih Bearish

Selasa, 13 Januari 2015 11:14 WIB
Dibaca 63

Monexnews - Pada grafik harian, turunnya indikator MACD dapat menyediakan tekanan penurunan bagi minyak. Sentimen masih bearish dengan minyak yang diperdagangkan di dalam bearish channel dan di bawah MA 50-100-200 harian. Namun, minyak perlu mencatatkan level penutupan harian yang semakin rendah setiap harinya untuk menambah tekanan penurunan; dimana kegagalan dapat mendorong aksi bargain-hunting terutama dengan indikator Stochastic yang berada di area oversold.

Dari sisi fundamental, investor masih cemas dengan outlook melimpahnya supplai di tengah rapuhnya prospek permintaan minyak dunia. Kecemasan diperburuk oleh pernyataan menteri perminyakan Uni Emirat Arab yang utarakan anggota OPEC tersebut akan melanjutkan rencana untuk menaikan kapasitas produksi minyaknya. Investor juga terlihat waspada menjelang publikasi data stock minyak AS yang dirilis Kamis (14 Januari) yang diprediksi meningkat. Ini mungkin dapat menjaga sentimen negatif untuk minyak.

Meski demikian, masih berlangsungnya musim dingin diharapkan dapat menjaga prospek permintaan energi. Permintaan minyak diprediksi meningkat di musim dingin yang jatuh pada bulan Desember hingga Maret. Data Cina pagi ini yang menunjukan kenaikan impor tahunan minyak Cina sebesar 13,4% di Desember menjadi 30,37 juta ton juga dapat meredakan kekhawatiran atas outlook permintaan konsumen minyak terbesar No.2 di dunia tersebut.

Outlook minyak masih bearish, dimana minyak dapat alami pelemahan dengan target penurunan $43.00 dan stop-loss $46.90. Minyak WTI mungkin akan diperdagangkan di kisaran $43.00 hingga $46.80 untuk hari ini.

Resistance Level : $46.80, $48.15, $49.60

Support Level     : $44.60, $43.00, $41.85

(Zulfirman Basir)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar