Jumat, 21 Juli 2017

Top Traders

Stanley Druckenmiller: Partner Terhebat Soros-bagian 2

Selasa, 19 Agustus 2014 14:07 WIB
Ditulis oleh: Ariston Tjendra / Head of Research and Analysis
Dibaca 1585
Stanley Druckenmiller: Partner Terhebat Soros-bagian 2

Monexnews- Pada tahun 2000, Stanley keluar dari Quantum Fund setelah membuat beberapa keputusan investasi yang salah. Stanley menekuni perusahaan aset manajemennya sendiri yang bernama Dusquene Capital Management. Sayangnya Stanley menutup perusahaan ini karena meskipun dana kelolaannya menerima keuntungan selama kurun waktu berdiri namun tidak sesuai dengan harapannya. Stanley menemui kesulitan mengelola dana yang terlampau besar.

Dalam kurun waktu hampir 30 tahun (1981-2010), Stanley Druckenmiller berhasil mengelola dana investasi hingga $12 miliar dengan return rata-rata 30% per tahun melalui perusahaan Duquesne Capital Management. Pada tahun 2008, di saat krisis keuangan melanda Amerika Serikat dan menyebar ke seluruh penjuru dunia, dana kelolaan Stanley dilaporkan tetap untung di kala kebanyakan perusahaan investasi justru menderita kerugian besar. Saat ini Stanley masih mengelola dana keluarga.

Nama Stanley Druckenmiller masuk dalam radar majalah Forbes sebagai salah satu orang dengan jumlah kekayaan terbesar di Amerika yakni mencapai $2.8 miliar (catatan bulan Maret 2013). Seluruh aset tersebut berasal dari keuntungan trading dan return investasi di pasar keuangan. Gaya dan filosofi tradingnya menarik dipelajari, sebagaimana terungkap dalam buku ‘The New Market Wizards’ karangan Jack Schwager. Dalam buku tersebut Stanley mengungkapkan beberapa tips bermanfaat yaitu:

  • Stanley mengadopsi filosofi yang diterapkan George Soros yaitu: cara membangun penghasilan jangka panjang dalam jumlah besar melalui pengelolaan modal (capital) dan keberanian mengambil posisi yang besar saat kita sudah yakin benar.
  • Dalam investasi atau trading, hal yang paling penting bukan apakah kita benar atau salah. Tetapi lebih kepada berapa banyak uang yang kita hasilkan di saat kita benar dan berapa banyak uang yang kita hilangkan ketika kita salah.  
  • Banyak manajer dana yang membukukan keuntungan ketika posisi trading mereka sudah naik banyak. Tapi menurut filosofi Stanley, yang juga adalah filosofi Soros, ketika arah trading sudah benar, kita harus lebih agresif.
  • Stanley memfokuskan analisanya untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berkorelasi erat dengan pergerakan harga suatu instrumen, ketimbang mengamati semua faktor fundamental.
  • Stanley tidak pernah menggunakan valuasi untuk mengukur waktu masuk di pasar. Ia menggunakan analisa likuiditas dan teknikal untuk menentukan waktu masuk. Menurutnya, valuasi hanya mengukur sejauh mana pasar akan bergerak setelah kita masuk pasar.

Silahkan baca bagian 1 di sini

Langkah pertama anda di dunia trading....dengan mendaftar demo account di sini: http://www.mifx.com/open-demo-account.php?Source=monexnews

Kirim Komentar Anda


Komentar