Kamis, 19 Januari 2017

breaking-news Bank of Canada mempertahankan suku bunga di level 0.50%.

Top Traders

David Einhorn: Mimpi Buruk Emiten Nakal (Bagian 2)

Senin, 14 Juli 2014 16:24 WIB
Ditulis oleh: Putu Agus Pransuamitra / Researcher and Analyst
Dibaca 899
David Einhorn: Mimpi Buruk Emiten Nakal (Bagian 2)

Monexnews- David Einhorn semakin dibenci oleh perusahaan-perusahaan finansial Amerika setelah pada bulan Juli 2007, ia menuding sistem akuntansi dalam laporan keuangan Lehman Brothers diragukan validitasnya. Kemudian di bulan April 2008, pria asli New York ini mengumumkan posisi jual untuk saham Lehman sehingga pada bulan Mei, CFO Lehman, Erin Callan, terpaksa mengadakan teleconference pribadi dengan Einhorn dan stafnya untuk menjelaskan perbedaan analisa keuangan yang diperdebatkan dalam sebulan terakhir. Einhorn menyebut tanggapan Callan dalam diskusi itu sangat negatif dan tidak memuaskan. Skeptismenya terhadap Lehman benar-benar terbukti pada bulan September 2008, ketika perusahaan itu melaporkan jumlah rugi kuartalan sebesar $2.8 miliar dan resmi dinyatakan pailit.

Di bulan Oktober 2011, Einhorn kembali mengungkap borok perusahaan pada forum Value Investing Congress di New York. Dalam presentasinya, Einhorn mengumumkan posisi jual pada saham Green Mountain Roasted Coffee dengan alasan produk Keurig single-cup coffee brewer milik Green Mountain memiliki pangsa pasar yang terbatas dan mesin pembuat kopi ‘K-Cup’-nya juga bermasalah dalam hal paten. Dan seperti biasanya, Einhorn tidak lupa menyoroti kelemahan dalam sistem akuntansi perusahaan. Sebelum pidato Einhorn, saham Green Mountain sesungguhnya sudah naik lebih dari sepuluh kali lipat sejak bulan Maret 2009. Namun setelah rekomendasi Einhorn dicerna pelaku pasar, harga sahamnya langsung jatuh 10%. Lalu pada bulan November, laporan kuartalan Green Mountain muncul di bawah ekspetasi analis saham sehingga sahamnya kembali menukik tajam.

Karakteristik Investasi

Kejelian dalam melihat sesuatu yang keliru adalah senjata David Einhorn dalam melakukan investasi. Ditambah dengan kemampuan dan pemahaman di bidang akuntansi, ia benar-benar pantas dijuluki ‘mimpi buruk’ bagi perusahaan yang sistem pembukuannya tidak akurat. Pria yang dikenal jago dalam bermain poker ini mampu menilai apakah harga saham suatu perusahaan sedang undervalued atau sudah overvalued. Setiap analisa dan hasil investigasinya selalu tertata dengan rapi. Apabila Einhorn menemukan kejanggalan, maka ia akan menanyakannya langsung kepada pihak manajemen dan mendokumentasikannya ke dalam jurnal ataupun rekaman. Jika manajemen perusahaan tidak memberikan jawaban yang memuaskan, maka Einhorn tidak segan mengungkap temuannya ke publik, seperti yang ia lakukan dalam kasus Lehman Brothers.

Sama seperti investor pada umumnya, David Einhorn juga memperluas portofolio investasi. Apabila merasa tidak nyaman dengan skala risiko di satu posisi, maka ia akan mengurangi atau bahkan menghilangkan posisi tersebut. Einhorn kerap memegang pola konservatif dengan berinvestasi pada 8 sampai 10 saham di berbagai sektor industri. Tetapi di saat yang sama, ia juga tidak segan untuk menempatkan posisi long atau short dalam porsi yang cukup besar, misalnya mencapai 20% dari total modalnya. Sementara eksposur lima posisi teratas dalam portofolio biasanya antara 30% dan 60%. Tidak semua saham dalam ‘daftar belanja’ Einhorn berasal dari Amerika Serikat, ada pula yang beroperasi di luar negeri. Ia kini diakui sebagai salah satu investor paling berpengaruh di Wall Street dengan total kekayaan pribadi lebih dari $1.6 miliar. Sementara nilai Greenlight Capital miliknya sekarang di atas $5.3 miliar, dan mampu memberikan return rata-rata kepada investor sebesar 20% per tahun, terhitung sejak pertama kali berdiri di tahun 1996.

Silahkan baca bagian pertama kisah David Einhorn dengan klik link ini.

Ingin menjadi seperti David Einhorn?  - coba demo account di sini: http://www.mifx.com/index.php/open-demo-account.php?Source=monexnews

Kirim Komentar Anda


Komentar