Selasa, 17 Oktober 2017

Top Traders

Joseph C. Lewis: Trader Kelas Berat (Bagian 2)

Selasa, 15 Juli 2014 16:57 WIB
Ditulis oleh: Putu Agus Pransuamitra / Head of Forex Market Desk
Dibaca 1280
Joseph C. Lewis: Trader Kelas Berat (Bagian 2)

Monexnews- Walaupun mendapat perhatian besar dari pelaku pasar keuangan dunia, Joseph C. Lewis menyebut kalau keuntungannya dari depresiasi Peso adalah yang terbesar kedua setelah aksi jual Poundsterling pada tahun 1992. Namun begitu, pria yang juga menggemari barang-barang antik ini tidak pernah mau mengakui secara rinci berapa jumlah laba yang diperoleh dari aktivitas transaksi terbaiknya. Sejumlah pelaku pasar dan media sempat mengatakan kalau laba yang diperoleh Lewis dari konflik Meksiko sama besarnya dengan total keuntungan yang diraih Soros pada tahun 1992.

Sejak berita tentang ‘kemenangan’ Lewis diketahui publik, namanya semakin melegenda di kalangan trader sehingga ia dijuluki ‘sang petinju’. Julukan itu disematkan karena namanya mirip dengan jawara olahraga tinju asal Amerika Serikat, Joseph Louis. Keduanya memang merupakan profesional ‘kelas berat’ yang mahir di bidangnya masing-masing.

Joe Lewis mencatatkan dirinya sebagai salah satu orang terkaya di dunia dengan kekayaan sebesar $4,8 milyar. Menurut Majalah Forbes, beliau merupakan orang terkaya no. 9 di Inggris. Joe Lewis menjadi salah satu orang yang sukses meraih kekayaan dari dunia trading.

Karakteristik Trading

Joseph Lewis termasuk tipe orang yang tidak memiliki rencana B. Ketika ia menyukai suatu gagasan, maka ia akan memberdayakan seluruh aset dan orang-orang di sekelilingnya untuk menjalankan idenya tersebut. Setelah itu, baru ia berpindah ke ide besar lainnya. Karakteristik inilah yang diperlihatkan Lewis saat menyuntik investasi tambahan di Bear Stearns. Meskipun pada waktu itu banyak orang meragukan keputusannya, ia tetap berpegang pada prinsip sendiri sehingga akhirnya harus rela menerima kerugian dalam jumlah besar. Gagal atau sukses, ia adalah orang yang percaya dengan intuisinya sendiri.

Sampai dengan sekarang, investor yang pada bulan Februari 2014 genap berusia 77 tahun ini masih aktif di dunia currency trading. Ia juga menjadi investor utama Travistock Group, perusahaan manajemen investasi bentukannya, yang mengelola portofolio lebih dari 200 perusahaan di 15 negara. Filosofi investasi yang Lewis terapkan pada perusahaannya tersebut sangat sederhana.  Travistock berbisnis dengan filosofi “mencari peluang nilai dengan bermodalkan fleksibilitas manajemen dan kemampuan strategis”. Filosofi itulah yang menjadi inspirasi bagi trader muda lainnya yang masih hijau di pasar forex dunia.

Silahkan baca bagian pertama kisah Joe Lewis dengan klik link ini.

Mulai langkah awal anda di dunia trading dengan mendaftar demo account di sini: http://www.mifx.com/open-demo-account.php?Source=monexnews

Kirim Komentar Anda


Komentar