Jumat, 26 Mei 2017

breaking-news GDP AS Q1 1.2% vs publikasi awal 0.7%, lebih tinggi dari estimasi 0.9%.

Top Traders

Alexander Elder: Trading For A Living (Bagian 1)

Selasa, 15 Juli 2014 17:37 WIB
Ditulis oleh: Putu Agus Pransuamitra / Head of Forex Market Desk
Dibaca 3102
Alexander Elder: Trading For A Living (Bagian 1)

Monexnews - “Anda dapat bebas, hidup dan bekerja di manapun di dunia ini. Bebas dari rutinitas dan tidak bertanggung jawab kepada siapapun.” Seperti itulah filosofi yang diutarakan oleh investor kondang keturunan Rusia, Alexander Elder. Penulis buku best seller ‘Trading for A Living’ ini memang memiliki peran yang besar dalam perkembangan dunia trading pasar keuangan. Sebagai pakar di bidang psikologi, ia juga mafhum benar apa musuh terbesar yang dihadapi oleh seorang trader.

Dalam buku Trading for A Living, Alexander Elder mengemukakan tiga konsep penting dalam dunia trading yaitu psikologi, taktik dan money management. Jurnal tersebut ditulis berdasarkan pengalaman dan suka duka sang trader selama menggeluti dunia investasi. Berawal dari keinginan untuk menghasilkan uang tanpa bekerja, Elder memulai perjalanan hidupnya sebagai pelaku pasar. Di dunia inilah ia menyadari bahwa trading merupakan bidang yang paling susah untuk menghasilkan uang uang secara mudah. Elder mengisahkan bahwa saat ia masuk ke dunia trading, apa yang ia lakukan bukanlah bertransaksi seperti yang dibayangkan sebelumnya, namun lebih kepada gambling atau berjudi. Trading menurutnya adalah hal yang sederhana, cukup dengan membuka posisi buy atau sell. Namun di balik pengambilan setiap posisi tersebut, selalu saja ada alasan yang melandasinya.

Pria kelahiran Leningrad, Uni Soviet ini mengungkapkan rahasia untuk sukses dalam trading yakni kombinasi antara pengetahuan yang dalam dan disiplin yang tinggi. Tidak ada rahasia dalam trading. Kalaupun memang ada, rahasia tersebut hanya berupa 3 unsur yaitu psikologi, analisa pasar dan sistem trading dengan disertai manajemen keuangan. Seluruhnya harus diterapkan dengan disiplin tinggi. Dan dari semuanya itu, psikologi tetap menjadi kunci utama keberhasilan.

Trader biasanya melakukan trading berdasarkan analisis fundamental, dengan melihat berita forex, berita saham, berita komoditi dan berita ekonomi lainnya atau teknikal, serta melihat trend berdasarkan firasat ekonomi dan politik. Sayangnya banyak yang lupa dengan kematangan psikologis. Ketika masuk ke pasar perasaan seorang trader ibarat roller coaster, naik turun mengikuti pergerakan harga. Dan sampai pada titik inilah trader dapat kehilangan kontrol diri. Ketidakmampuan untuk mengatur diri sendiri akan berdampak pada penurunan kualitas money management. Trader yang baik selalu mengerti betapa pentingnya psikologi dalam trading, sementara trader yang buruk cenderung mengabaikannya.

Psikologi Individu

Psikologi dalam trading bisa dibagi ke dalam dua kategori yaitu psikologi individu dan psikologi massa. Jika pikiran trader tidak sejalan dengan perilaku pasar atau ia mengabaikan perubahan psikologi massa, maka bisa dipastikan kalau kerugian tinggal menunggu waktu.

Menurut Elder, trading dapat membuat orang menjadi impulsif, berubah menjadi seorang penjudi dan bahkan menghancurkan diri sendiri atau ‘self-destructiveness’. Pasar tidak pandang bulu. Trading dengan mengandalkan emosi akan menghasilkan kerugian. Elder menyarankan setiap trader untuk memiliki kesadaran dari suatu tindakan yang bersifat menghancurkan diri sendiri, berhenti mempermasalahkan kerugian atau menyalahkan nasib atas kegagalan yang dialami. Setiap individu harus bertanggung jawab atas setiap hasil transaksinya. Mulailah untuk membuat catatan dari semua posisi trading beserta alasan untuk mengambil jalan enter dan exit. Dengan melihat pengulangan pola tersebut, baik yang berhasil maupun gagal, trader akan dapat melakukan perbaikan pada aktivitas trading selanjutnya. Orang yang tidak belajar dari masa lalu cenderung akan mengulangi hal kesalahannya.

Psikologi Massa (Pasar)

Sebagai seorang psikiter dan pengajar, Alexander Elder menilai kesuksesan dan kegagalan seseorang tergantung pada kontrol emosi. Walaupun memiliki sistem trading yang brilian, perasaan takut, sombong atau bingung dapat mengundang kerugian. Sudah banyak trader, dengan sistem trading yang baik, justru terhempas akibat psikologi-nya tidak siap untuk meraih keuntungan. Kontrol diri sangatlah diperlukan, terutama dalam membaca waktu yang tepat untuk masuk dan keluar dari transaksi. Pasar bergerak sangat dinamis, perubahan arah bisa terjadi dalam hitungan menit. Memaksa diri sendiri untuk meraup laba lebih besar justru dapat berakibat buruk. Begitu pula dalam mengantisipasi kerugian, trader harus tahu kapan waktunya menutup posisi jika pasar bergerak melawan kehendaknya. Sikap keras kepala dalam mempertahankan posisi hanya berujung pada kerugian.

Ketika trader dari seluruh dunia berkumpul dalam satu pasar kemudian membuka posisi secara bersamaan, maka di situlah psikologi massa terbentuk. Secara umum, ada pembeli dan penjual. Pembeli akan menggerakkan harga ke atas, sebaliknya penjual menyeret harga ke arah bawah. Pergerakan harga tercermin dari nilai konsensus antara pembeli dan penjual saat sesi transaksi, di mana angkanya dapat berubah setiap saat dan menentukan arah trend berikutnya. Semakin besar jumlah pelaku pasar, maka semakin fluktuatif pergerakan harga suatu produk.

Menganalisa pasar berarti menganalisa psikologi massa. Kemampuan trader dalam membaca psikologi massa tersebut akan memberikan keuntungan yang besar. Sebagai contoh adalah apa yang terjadi di pasar forex, tapering ke-dua yang dilakukan oleh Federal Reserve Bank seharusnya membuat Dollar lebih perkasa terhadap mata uang lainnya. Namun anomali justru terjadi di saat nilai tukar USD/JPY anjlok tajam. Dalam hal ini, analisa sebaiknya tidak difokuskan pada satu peristiwa, namun meliputi seluruh aspek yang terkait dengan kondisi tersebut. Saat Dollar melemah tajam terhadap Yen, psikologi massa pada saat itu lebih tersita pada gejolak yang terjadi di negara berkembang. Yen, yang dianggap sebagai mata uang safe haven oleh investor, lebih banyak diburu sehingga nilai tukarnya menguat terhadap Dollar.

Trader yang sukses harus berpikir secara independen sehingga ia cukup kuat untuk menganalisa pasar, merancang rencana trading dan membuat keputusan sendiri. Alexander Elder mengungkapkan kalau psikologi massa tidak perlu diikuti, namun jangan juga melawannya. Banyak sekali trader yang tidak mengikuti rencana trading-nya dan membiarkan massa mempengaruhi perasaan mereka. Seorang trader tidak bisa mengontrol pasar, yang bisa ia lakukan hanyalah memutuskan kapan untuk enter dan exit dari pasar. Trader akan mudah berubah jika ia mengikuti massa, menjadi mudah percaya, impulsif dan bereaksi lebih berdasarkan emosi dibandingkan kecerdasannya. Trader akan gagal jika tidak memiliki rencana atau menyimpang dari rencana. Ia hanya akan sukses jika berpikir dan bertindak sebagai individu. Perpaduan antara kemampuan mengontrol psikologi diri dan memahami psikologi massa berperan krusial dalam menentukan kesuksesan seorang trader.

Baca soal sistem trading ala Alexander Elder pada bagian 2 di halaman ini.

Dan soal money management pada bagian 3 di halaman ini.

Praktekan metode trading dari Alexander Elder dengan mendaftar demo account di sini: http://www.mifx.com/open-demo-account.php?Source=monexnews

Kirim Komentar Anda


Komentar